
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pertumbuhan investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di harapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan daerah, salah satunya dengan memberikan kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terutama warga lokal.
‘Ini menjad hal yang harus diberikan (lapanga pekerjaan lokal), kepad mereka (investor) kepad daerah,”ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan di Kutim masih memerlukan perhatian. Pada 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kutim tercatat sebesar 6,20 persen.
Untuk menekan angka tersebut, Pemkab Kutim sudah menyusun rencana strategis untuk untuk terus menekan angka pengangguran yang di targetkan secara bertahap. Pada Perubahan RKPD Tahun 2026, TPT ditargetkan berada pada kisaran 5,90 hingga 6,30 persen. Target itu diturunkan pada RKPD Tahun 2027 menjadi 5,50 hingga 6,00 persen.
Ardiansyah menegaskan, target tersebut tidak bisa hanya dicapai oleh pemerintah daerah saja. Namun, dibutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang berinvestasi di Kutim.
“Saat ini kolaborasi menjadi kunci untuk membangun, dan saya harap mereka (swasta) juga harus memiliki semangat yang sama dalam membangun,”ujarnya.
Disis lain, pemeirntah, sambung Bupati ardiansyah, juga tengah fokus untuk terus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang siap bagi dunia industri.
“Pendidikan dan pelatihan vokasi harus semakin disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Dengan target bertahap tersebut, Pemkab Kutim berharap angka pengangguran dapat terus ditekan seiring bertambahnya kesempatan kerja bagi warga, sehingga pertumbuhan investasi di daerah benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kutim. (bn/adv/08)







