
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Festival Erau Adat Pelas Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2026 berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi berharap festival yang direncakan akan menajdi agenda tahunan Kabupaten ini tidak hanya menajdi bagian dari upaya melestarikan budaya, namun juga bisa menjadi bagian untuk menarik minat wisatwan untuk datang ke Kabupaten yang baru saja berusai ke 27 tahun ini.
Dirinya berharap kedepan, kegiatan tersebut bisa semakin meriah dan melibatkan lebih banyak masyarakat pada penyelenggaraan mendatang.
Mahriadi, mengatakan pelaksanaan Erau tahun ini berjalan lancar sejak tahap persiapan hingga pembukaan. Meski demikian, ia menilai penyelenggaraan ke depan masih dapat ditingkatkan, terutama dari sisi kemeriahan acara dan luasnya keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, Erau menjadi kekayaan budaya yang harus terus diperkenalkan kepada masyarakat sebagai identitas daerah sekaligus. Mahriadi berharap festival tersebut ke depan dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas, termasuk menghadirkan peserta atau undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurutnya, pengembangan Erau sebagai destinasi wisata budaya membutuhkan dukungan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat, pelaku budaya, dan unsur pendukung lainnya diperlukan agar festival dapat berkembang secara berkelanjutan.
Mahriadi berharap Erau Adat Pelas Benua dapat terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya sehingga tidak hanya menjadi perayaan adat, tetapi juga agenda wisata budaya yang memperkuat daya tarik pariwisata daerah.(bn/adv/09)







