Dispar Kutim Andalkan Kolaborasi dan Media Sosial untuk Promosikan Budaya Lokal

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Pelestarian budaya daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor sekaligus strategi promosi yang mampu menjangkau masyarakat luas. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempromosikan berbagai kegiatan pelestarian budaya termasuk penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua yang tengah berlangsung.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan pelaksanaan festival melibatkan berbagai unsur dengan peran masing-masing. Unsur adat berperan menjaga nilai dan tradisi budaya, Dinas Pendidikan turut mendukung aspek kebudayaan, sedangkan Dinas Pariwisata menangani penyelenggaraan festival dan promosi kegiatan.

Kolaborasi tersebut juga didukung penampilan olahraga tradisional serta keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Mahriadi, kerja sama berbagai pihak membuat rangkaian kegiatan lebih beragam sekaligus membuka ruang bagi potensi lokal untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Dalam hal promosi, Dinas Pariwisata tidak hanya mengandalkan publikasi menjelang acara. Mahriadi menyebut pihaknya juga menggandeng media dan memanfaatkan tim media sosial untuk menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan serta kekayaan budaya Kutim.

Pemanfaatan media digital menjadi salah satu pilihan untuk memperluas jangkauan promosi. Melalui media sosial, informasi tentang festival dan kegiatan kebudayaan dapat disampaikan kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk calon pengunjung dari luar daerah.

Selain pertunjukan budaya, rangkaian Erau juga menampilkan unsur ekonomi kreatif. Mahriadi menjelaskan, tarian yang ditampilkan saat pembukaan langsung berasal dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif juga berkaitan dengan perlindungan kekayaan intelektual. Pelaku UMKM dan kreator lokal perlu memperhatikan pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI) agar karya maupun produk yang dihasilkan memiliki perlindungan dan berpeluang dikembangkan lebih luas.

Mahriadi berharap kolaborasi antara pemerintah, unsur adat, pelaku budaya, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan dukungan tersebut, kegiatan budaya seperti Erau diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah dan karya masyarakat Kutim. (bn/adv/09)

Pos terkait

banner 468x60