Hotline hingga Tatap Muka, DPPPA Kutim Siapkan Pendampingan Korban

Plt, Kepala DPPPA Kutim, Idahm Cholid

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Korban kekerasan pada anak di Kutai Timur (Kutim) kini punya beberapa jalur untuk mendapat pendampingan psikologis. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim menyediakan layanan yang bisa diakses langsung maupun dari jarak jauh.

Plt Kepala DPPPA Kutim Idham Cholid menyebut layanan itu dirancang menyesuaikan kondisi korban. Setiap kasus, katanya, punya kebutuhan berbeda. Sebagian korban nyaman datang langsung, sebagian lain memilih menghindar.

“Kita ada hotline, bisa datang langsung, bisa lapor. Tiap korban tergantung kasusnya, ada yang menghindari datang langsung, ada yang konsultasi via online,” ujarnya.

Dengan pilihan tersebut, korban bebas menentukan cara yang paling membuatnya aman. Pelapor pun tidak harus datang ke kantor jika merasa belum siap bertemu petugas.

Idham menambahkan, DPPPA juga menyiapkan tenaga profesional di bidangnya. Mereka disebut siap mendampingi korban kapan saja diperlukan. Pendampingan dinilai penting karena kondisi psikologis korban kerap menjadi hambatan untuk bercerita.

“Jika korban depresi tanpa pendampingan, mereka biasanya takut untuk berbicara ke psikolog,” katanya.

Menurut Idham, rasa takut itu membuat sebagian korban memilih diam. Karena itu, kehadiran pendamping sejak awal diharapkan membantu korban lebih terbuka sebelum masuk ke tahap konsultasi lanjutan.

Layanan ini juga disiapkan untuk menjangkau lingkungan sekolah. Tim dapat diturunkan sesuai kebutuhan ketika ada kasus yang membutuhkan penanganan di sana.

Dengan beragam pintu layanan, DPPPA berharap tidak ada korban yang kesulitan mencari pertolongan hanya karena kendala jarak, rasa takut, atau keengganan bertemu langsung. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60