
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Bupati Ardiansyah berharap pengembangan industri di Kutim tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh penghidupan yang lebih baik. Menurutnya, kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu kunci agar perkembangan investasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri agar masyarakat lokal memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan di tengah masuknya investasi baru.
Upaya ini diarahkan pada peningkatan keterampilan pencari kerja sehingga mampu bersaing dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting agar pertumbuhan industri memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,”ucap Ardiansyah usai menghadiri pelantikan pengurus PERHAPI Kutim periode 2026–2029 dalam rangkaian Miners Night 2026 di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Bupati Ardiansyah, rencana pengembangan industri gasifikasi batu bara di Kutim perlu diikuti langkah konkret dalam mempersiapkan calon tenaga kerja. Karena itu, ia telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kutim untuk segera berkoordinasi dengan PT BEC guna memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang diperlukan.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat memetakan jenis pekerjaan yang berpotensi tersedia sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang perlu dipersiapkan. Dengan informasi yang jelas dari perusahaan, program peningkatan keterampilan diharapkan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Bupati Ardiansyah menilai masyarakat yang belum memiliki keterampilan teknis perlu memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan sebelum kebutuhan tenaga kerja meningkat.
“Persiapan sejak dini kita harapkan dapat membantu pencari kerja meningkatkan kemampuan, memenuhi persyaratan perusahaan, dan memperbesar peluang memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Selain itu, keterlibatan perusahaan dalam pemetaan kebutuhan kompetensi menjadi hal penting agar pelatihan tidak hanya bersifat umum, tetapi benar-benar relevan dengan pekerjaan yang tersedia. Pemerintah daerah juga perlu membangun koordinasi dengan lembaga pendidikan dan penyelenggara pelatihan untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja secara berkelanjutan.
Rencana pengembangan industri gasifikasi batu bara yang diproyeksikan mulai berproduksi pada 2029 menjadi salah satu momentum bagi Kutim untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi, informasi lowongan yang mudah diakses, serta proses perekrutan yang memberikan kesempatan secara adil kepada calon pekerja yang memenuhi kualifikasi. (bn/adv/09)







