SANGATTA-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Saat pandemik ini, sektor informal atau UMKM ini menjadi sektor khusus yang menjadi perhatian Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional. Dengan harapan, UMKM dapat memperpanjang napas dan meningkatkan kinerjanya yang berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Begitu pun sebaliknya dengan Kabupaten Kutai Timur yang sedang melakukan pemulihan ekonomi.
Terbukti saat ini pemerintah maupun organisasi atau komunitas diberbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, bahkan merancang event dengan Tema Pemulihan Ekonomi. Sebagai upaya peningkatan sumber daya kepariwisataan serta ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Dispar Kutim) menggelar Pelatihan Pengemasan Desain Produk Wisata dan Workshop Pengembangan SDM dan Penguatan Kelembagaan Pokdarwis/ Desa Wisata. Pelatihan ini dibuka oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, di Cafe Teras Belad, Selasa (31/5/2022).
Kepala Desa Kandolo, ikut serta dalam Pelatihan Pengemasan Desain Produk Wisata dan Workshop Pengembangan SDM dan Penguatan Kelembagaan Pokdarwis/ Desa Wisata. “Pelatihan yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sudah bagus, namun kami sesungguh membutuhkan ekplor secara langsung ke wisata yang sudah berhasil sebagai dufliksi dan inovasi tidak sekedar teori dan materi, karna ilmu pariwisata menurut kami terapan bukan tematik” ucap Alimuddin Kepala Desa Kandolo.
Kutai Timur cukup terkenal dengan kuliner maupun destinasi wisata yang ada di Kutai Timur, salah satunya adalah Desa Kandolo yang terkenal dengan gula batok aren genjah, gula semut, jahe merah pasak bumi, amplang, dan yang paling terkenal beppa janda.
UMKM di Desa Kandolo saat pandemik tidak terlalu terdampak karena produk mereka justru banyak di komsumsi sebagai upaya pencegahan terhadap resiko terjangkit covid19, namun kendala di Desa Kandolo masih kekurangan bahan baku, kekurangan SDM penyadap aren genjah yang berdampak pada kurangnya produksi air nira.(mn)







