SANGATTA-Dalam memperingati HUT ke-77 RI, RSUD Kudungga menggelar sayembara lomba desain logo beberapa waktu yang lalu, ternyata antusiasme sobat Rsud Kudungga sangat besar. Ada 91 peserta yang mendaftar dan 68 peserta yang lolos administrasi. Yang membanggakan adalah pesertanya bukan hanya dari Kutai Timur saja tapi menyebar hingga seluruh Indonesia. Selasa (16/8/2022)
Kemudian dari 68 peserta diambil 6 nominator. Hal tersebut membutuhkan proses panjang, yang membuat 5 juri yang terdiri dari 4 juri internal dan 1 juri eksternal berpikir keras mempertimbangkan banyak hal. Setelah diskusi panjang dan terkadang diwarnai argumentasi, para juri yang independen tanpa tekanan dan tanpa pengaruh siapa pun memutuskan 6 nominator yaitu Arief Santoso asal Bantul (DI Yogyakarta), M. Sya’ban Arief (Banyuwangi Jawa Timur), Ramadhani, S. Kom (Samarinda Kaltim), Muh. Soaleh (Kutai Timur, Kaltim), Oktavianus S (Toraja Utara, Sulsel), Julsa J (Kutai Timur, Kaltim).
Proses selanjutnya adalah 6 nominator tersebut. Mempresentasikan filosofi dan makna yang terkandung di dalam logo. Ucapan hamdalah diungkapkan oleh drg. Iqbal D, MARS, sebagai Ketua Panitia Lomba HUT ke-77 RI di RSUD Kudungga karena setelah sekitar kurang lebih 20 tahun akhirnya RSUD Kudungga memiliki logo sendiri.
” Pihak dari panitia dan jajaran RSUD Kudungga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh peserta yang telah antusias mengikuti lomba desain logo. Untuk ke-6 nominator, yang telah terpilih selamat dan terimakasih banyak karena telah bersedia mempresentasikan logonya, kalian telah memberikan yang terbaik ” Ucap Dr Hj Yuwana Sri Kurniawati, MSi selaku Direktur RSUD Kudungga.
” Dan akhirnya, ucapan selamat kepada Muh. Soaleh atau yang lebih dikenal sebagai Bang Ale yang telah terpilih desain logonya sebagai pemenang “. Sedikit filosofi tentang desain logo RSUD Kudungga yang diangkat dari beberapa ciri khas Kutai Timut (Kutim), logo RSUD Kudungga ini gabungan dari dua unsur dua simbol yang kuat, Simbol Palang pada logo
RSUD Kudungga ini menunjukkan komitmen, etika, balance, netral, tulus tidak membedakan ras, agama maupun status sosial dalam memberikan pelayanan untuk seluruh pasien. Lambang ini ditujukan kepada setiap pasien memiliki hak yang sama dimana kita kenal Kutai Timur memiliki beraneka suku. Dan simbol palang di kenal sebagai simbol Medis, Kesehatan dan Kemanusiaan.

Dan yang unik diantara kedua warna tepat berada di tengah-tengah ada icon Kutai Timur, yakni Burung Enggang. ” Burung Enggang adalah salah satu ikon/simbol yang paling melekat dengan Kutai Timur. Dengan analogi burung enggang yang merupakan burung menawan khas Kalimantan. Burung ini dapat terbang tinggi yang memperlihatkan keindahannya, mewakili visi misi RSUD Kudungga yang memiliki semangat optimis untuk dikenal sebagai Rumah Sakit yang memberikan pelayanan maksimal secara profesional dan integritas yang tinggi “, Ujar Bang Ale saat di konfirmasi oleh media.
Lomba sayembara ini juga sangat-sangat di apresiasi oleh salah satu peserta dari Banyuwangi, dalam ungkapnya “Berkali-kali saya masuk nominasi lomba ada yang juara ada yang tidak, namun lomba kali ini di RSUD Kudungga saya sebagai desainer logo menilai dan benar-benar mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan juri. Panitia sangat berlian dalam menjadwalkan dan mempersiapkan lomba, terkhusus pada saat presentasi disaksikan oleh panitia, juri dan peserta. Hal ini untuk menghindari kesamaan peserta dalam menjelaskan desain logonya masing-masing benar-benar the best. Kemudian penilaian dan ketelitian dewan juri sungguh saya akui keterbukaan dan kecerdasan dalam menilai logo peserta” ucap M. Sya’ban Arif salah satu peserta dari Banyuwangi.
Nilai karya anda mungkin tak sebanding dengan hadiahnya namun karya tersebut akan sangaat bermanfaat bagi RSUD Kudungga sehingga semoga bernilai ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Demikian cerita di balik sayembara logo RSUD Kudungga. Terimakasih dan salam sehat.(m19)







