
SANGATTA – Kegiatan Seminar Perempuan Peduli Politik.
Dibuka Staf Ahli Bidang Ahli Ekbang dan Keuangan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Hj .Sulastin,S.So.,M.Kes di Gedung DPRD Pusat Pemerintahan di Bukit Pelangi,Kamis,24/11/2022.
Tahun 2024 merupakan tahun politik dengan momentum yang sangat signifikan,dimana tahun tersebut Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden,Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2007,Tentang Penyelenggaraan Pemilu,mengatur agar komposisi penyelenggara pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan minimal 30 %.Pasal 6 ayat (5) UU tersebut menyatakan bahwa :”Komposisi keanggotaan KPU,Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.Mempeehatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.
Seminar yang diadakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) dengan Tema “Cerdas Berpolitik Perpuan Maju.”
Diikuti ratusan orang dari organisasi wanita Kutim.
Mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman,Dr Sulastin mengatakan Perempuan dalam rumah tangga (RT) adalah aset,potensi,investasi negara.
Pergeseran waktu saat ini,harus kita ikuti,apalagi kaum perempuan mendapat kesempatan ikut dalam kancah politik bersaing dengan laki-laki.”tegas Sulastin.”
Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak dr Aisyah menyatakan jika kegiatan seminar kedua setelah sebelumnya diadakan juga Sosialisasi Pendidikan Politik bagi pemilih pemula.
Tujuan memberi pemahaman dan pengajaran dalam pemilihan anggota DPRD tahun 2024,kuota perempuan bisa terpenuhi.
IPM ,Indek Pembangunan Manusia,mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup.
Ketimpangan gender di Kutim masih terjadi.
“Perlu diketahui bahwa Indeks Pembangunan Gender (IPG),Indek Pemberdayaan Gender (IDG) masih rendah.”jelas Aisyah.”
Kegiatan seminar panitia menghadirkan narasumber DR Drs Abdullah Karim,SH.
(BN04.rh)_(Adv.Diskominfoperstikkutim)







