TELUK PANDAN – Dalam rangka World Hijab Day 1 February, HC Kutim menggelar bakti sosial di Yayasan Pondok Manula Al-Maqfirah Desa Martadinata Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Minggu (5/02/2023).
Hijabers dan team melakukan aksi penggalangan donasi melalui media sosial selama satu pekan. ” Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke panti jompo, adapun donasi berupa baju layak pakai, sembako, beras, pampers dan lain-lain. Hijabers juga mengajak beberapa umkm ikut terlibat menjadi sponsor seperti warung rhoafifa, kedai cantika, ibim-foodsgt, mun_cakery.” Ucap Nurhidayah koordinator bagian charity HC Kutim.
Dalam giat ini juga ada rangkaian kegiatan dan dari yayasan yakni peletakan batu pertama untuk tambahan bangunan. Banyaknya Lansia yang terlantar dan membutuhkan tempat bernaung yang menjadi pertimbangan ibu yayasan untuk menambah bangunan, tentu bangunan ini akan terbangun apabila banyak pihak maupun donatur terlibat dalam pembangunan ini.
Peletakan batu pertama ini merupakan simbol pembuka untuk seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan panti jompo. Munirah selaku ketua HC Kutim menyampaikan bahwa pembangunan ini mutlak swadaya masyarakat belum ada bantuan dari pihak pemerintah, legislatif maupun CSR dari perusahaan.
Peletakan batu pertama tersebut ditandai dengan menaburi semen di batu pondasi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinsos Agus Salim, didampingi, Kepala Desa (Kades) Martadinata Sutrisno, Kades Danau Redan Sabri, Kamtibmas Martadinata Sholikin Kamtibmas, Maman (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Ketua RT Antoni dan relawan dari Hijabers Community Kutai Timur (Kutim).
” Insyaallah kami akan kawal pembangunan ini, kami sudah memasukan proposal ke PT. Indominco Mandiri dan saat ini kami akan mengajukan ke pemerintah dan anggota DPRD Kutai Timur maupun dari Provinsi. kami berharap ini tidak dilihat dari segi politik tapi lebih ke kemanusiaan jika bukan kita siapa lagi yang akan membangun panti jompo ini.” Ujar Munirah Masse Ketua Hijabers Community Kutai Timur.
Ketua HC juga mengungkapkan bahwa proposal sudah kami sebar kebeberapa komunitas dan toko-toko yang ada di sangatta.
Sejak 2018 Hijabers sudah aktif berkunjung dan membantu pembangunan di panti jompo dengan cara melakukan open donasi melalui media sosial. sebelumnya Hijabers sudah pernah membantu pembangunan Mushollah di Panti Jompo dengan menyumbang keramik melalui hasil penggalangan dana.
Hijabers berharap lewat postingan ini semoga Dewan legislatif maupun pemerintah serta masyarakat tersentuh hatinya untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini.(bn-mn01)







