Bupati Kutai Timur sampaikan LKPJ tahun anggaran 2022 di Rapat Paripurna ke 3 DPRD Kutim

Sangatta – Bupati Kutai timur Ardiansyah menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) anggaran tahun 2022. Hal ini disusun sesuai dengan Permendagri nomor 18 tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2020 tentang Laporan dan Evaluasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Lewat sambutannya orang nomor satu di kutim ini menyampaikan terima kasihnya kepada segenap pimpinan dan DPRD Kutai Timur serta semua pihak yang telah terlibat dalam seluruh penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun anggaran 2022 di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Rabu(29/3/2023).

Dalam rapat paripurna ke 3 tersebut ia menyampaikan realisasi pendapatan daerah Kutai Timur tahun 2022 sebesar Rp 6,80 triliun. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 272,42 miliar, Pendapatan transfer sebesar Rp 6,45 triliun, Pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 77,55 miliar dan lain-lain.

“Dari sektor belanja, terdiri dari belanja daerah yang terealisasi sebesar Rp 4,04 triliun, Belanja operasi sebesar Rp 2,61 triliun, Belanja  modal sebesar Rp 1 triliun, Belanja tak terduga sebesar Rp 4 miliar dan Belanja transfer meliputi belanja bantuan keuangan sebesar Rp 423,18 miliar” Ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menjelaskan Pertumbuhan Ekonomi Kutai timur sudah menunjukan perkembangan yang baik, dimana 2 tahun sebelumnya terjadi penurunan akibat adanya Pandemi covid-19. Bisa dilihat pada perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dengan migas 2022 Rp. 211,09 triliun, terjadi kenaikan 55,92 persen dari tahun 2021.

“PDRB atas dasar harga berlaku tanpa migas dan batubara tahun 2022 yaitu sebesar Rp. 54,09 triliun atau naik sebesar 35.35% dari tahun 2021” pungkasnya.

Dengan ini bisa dikatakan laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batu bara mengalami peningkatan dari 0,02 persen menjadi 6, 18 persen.

“Dari tinjauan ekonomi di atas, situasi positif yang terjadi adalah laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batu bara lebih tinggi dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan tertinggi pada sub sektor pertanian” ujarnya. (*)(bn-dd04)

Pos terkait

banner 468x60