
SANGATTA – Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di sektor Pariwisata. Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim menggelar Pelatihan Tata kelola Destinasi Pariwisata di Ruang Pelangi, Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara pada Jumat (19/06/2023) pagi.
Sebanyak 75 peserta ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, acara yang akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 19 hingga 23 mei mendatang ini dibuka secara langsung oleh Kadispar Nurullah dan turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kutim Noviari Noor, Perwakilan Perangkat Daerah (PD), dan undangan lainnya.
Mengawali sambutannya, Kadispar Nurullah mengatakan Pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian yang ada di Kutai Timur. Tidak dipungkiri, pariwisata menyumbang kontribusi yang sangat besar bagi sebuah negara.Oleh sebab itu, penting menurutnya untuk mengembangkan pariwisata yang ada lewat diadakannya pelatihan seperti ini.
“Geliat pariwisata dan pergerakan jutaan orang dalam perjalanan wisata secara tidak langsung juga menuntut pemerintah bersama pengelola destinasi wisata untuk terus konsisten meningkatkan kualitas pariwisatanya, baik dari sisi destinasi, industri, kelembagaan, maupun pemasarannya” pungkas Nurullah.
Lebih jauh lagi, dalam melakukan pemasaran produk termasuk produk pariwisata, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Salah satunya ialah, pengembangan perekonomian pariwisata dalam tata kelola destinasi pariwisata. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dikarenakan untuk menjalankan atau mendirikan suatu usaha.
“Diperlukan sejumlah pengetahuan, pengalaman, penyusunan paket kunjungan wisata, strategi penerapan pasar destinasi, penetapan harga jual produk usaha maupun branding produk wisata untuk menunjang daya saing wisata” imbuhnya.
Untuk itu, dengan diadakannya pelatihan ini, para peserta yang berasal dari Kelompok sadar pariwisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, penggiat wisata, hingga pecinta alam yang ada di Kabupaten Kutai Timur bisa berinovasi lagi serta memanfaatkan peluang yang ada. Perlu diingat, dalam membangun perkembangan pariwisata ini tidak bisa berjalan dengan sendirinya, harus ada sinergi dan kolaborasi dengan berbagai macam pihak, salah satunya pemerintah.
(BN04.dd)_(Adv.Diskominfoperstikkutim)







