Borneo Nusantara-SANGATTA, Komunitas Sunyi Bermakna (SUKMA) merupakan komunitas yang di bentuk khusus anak-anak tunarungu untuk belajar bahasa isyarat maupun mendengar. Kemarin Komunitas SUKMA Menggelar Workshop dengan tema ” Pelatihan Digital untuk Tunarungu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ” selama 2 hari dari tanggal 4 november – 5 november 2023 bertempat di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (6/11/2023).
Ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Komunitas SUKMA dengan tujuan memberikan kesempatan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk berkembang seperti anak-anak pada umumnya.
Salah satu alasan komunitas SUKMA memilih ABK, karena selama ini belum ada pelatihan yang di fokuskan ke anak-anak distabilitas, selama ini banyak pelatihan digital tapi hanya untuk umum.
Adapun peserta yang ikut hanya 22 anak karena memang dibatasi agar maksimal untuk belajar.
” Pada dasarnya mereka memiliki skill yang dapat dikembangkan, kalau dilihat dari media sosial mereka memiliki followers yang cukup banyak sehingga kita bisa memanfaatkan sosial media untuk mereka lebih berkembang seperti jadi influencer, membuat konten-konten yang bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya ” ungkap Puspita salah satu anggota Komunitas SUKMA sekaligus pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Adapun workshop yang diselenggarakan antara lain belajar tentang fotografer, pembuatan video, dan desain.
Selanjtunya, ” kegiatan ini di support oleh Kaltim Prima Coll (KPC), Bapak Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaeman, Ibu Bupati Kutai Timur Siti Robiah dan Hotel Royal Victoria mensupport dalam bentuk memberikan tempat untuk kami melaksanakan kegiatan ini “. ucapnya.
Harapannya ABK ini dapat mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini sangat berkembang dan kedepannya dapat bersaing. (Mn-Advertorial/Kominfo Kutim) (BN).







