Borneo Nusantara – YOGYAKARTA, Keanekaragaman budaya yang ada di Kabupaten Kutai Timur, tidak bisa dipungkiri ikut mewarnai lahirnya sejumlah pelaku ekonomi kreatif dengan produksi kerajinan lokal. Salah satunya yakni kerajinan kain tradisional lokal yang kini populer dengan istilah Wastra.
Baru-baru ini Dispar Kutim bersama rombongan Tampil dan Ikut memeriahkan di IKN untuk Indonesia dengan Timur di Monumen Serangan Umum 1 Maret area sekitar Museum Benteng Vradeburg Yogyakarta Sabtu 4 November 2023.

Kepala Dispar Kutim Nurullah mengatakan, bahwa pemerintah Kutim sangat mendukung dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif, termasuk para pelaku Wastra di Kutim. Terlebih terbuka lebarnya pasar bagi produk ekonomi kreatif dan menjadi salah satu unggulan untuk mendulang devisa negara.
“Sebagaimana amanat undang-undang bahwa pemerintah wajib mendukung dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif, termasuk bagi pelaku Wastra. Bahkan produk-produk ekonomi kreatif ini memiliki potensi pasar cerah dan menjadi salah satu unggulan untuk mendulang devisa negara,” ujarnya.
Bahkan pada acara Kaltim Exhibition 2023 di Jakarta bulan lalu, produk kriya wastra khas Kalimantan dipamerkan untuk menarik minat pasar nasional. Sesuai tema Kaltim Exhibition 2023, yang bertajuk “Kriya Wastra untuk Nusantara,” kerajinan tangan dan kain tradisional dipamerkan secara langsung kepada pecinta kriya wastra Indonesia.

Dalam rangkaian HUT Kutim ke-24 tahun , Dsipar Kutim mengadakan festival Wastra Nusantara Kutai Timur 2023, Dispar Kutim berupaya mengangkat dan lebih mengenalkan produk ekonomi kreatif berupa kain tradisional khas Kutim. Tidak hanya menggelar lomba fesyen, namun juga melombakan desain kreatif Wastra.
Lebih jauh Kepala Dispar Kutim mengatakan, demi menjaga keaslian dan keotentikan karya Wastra khas Kutai Timur, saat ini telah ada yang didaftarkan paten untuk hak kekayaan intelektualnya.
“Saat ini sudah ada 5 batik dan 1 tenun yang sudah memiliki hak paten,” pungkasnya.(bn-Advertorial/Kominfo Kutim).







