Tenggarong – Desa Embalut, yang terletak di Tenggarong Seberang, kini dikenal sebagai desa yang berhasil mengubah lahan bekas tambang menjadi sumber pertanian jagung yang berkualitas.
Kepala Desa Embalut, Yahya, menyampaikan bahwa desa ini telah menyelesaikan empat siklus panen jagung dan kini tengah berupaya meningkatkan produksi dengan bibit unggul.
Bibit jagung yang dipesan dari luar daerah ini memiliki potensi untuk menghasilkan buah yang lebih banyak, yaitu 5 sampai 6 buah per pohon.
“Kita akan coba bagikan ini kepada petani untuk diuji coba. Jika hasilnya memuaskan kita akan pesan dengan jumlah yang banyak karena lahan kita sekitar 200 hektare” kata Yahya, Kamis (4/4/2024).
Program ini diharapkan dapat mengubah pandangan negatif terhadap lahan pasca tambang dan menunjukkan bahwa lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertanian yang produktif.
“Desa kita ini menjadi salah satu percontohan untuk menjawab tuduhan masyarakat bahwa lahan pasca tambang itu tidak baik untuk pertanian. Tapi di Embalut, kita buktikan itu bisa kita menciptakan pertanian yang produktif,” jelas Yahya.
Dengan fokus pada kebutuhan lokal saat ini, program ini memiliki visi untuk memperluas pasar hingga ke tingkat ekspor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Yahya menekankan pentingnya semangat dan produktivitas masyarakat serta kelompok tani dalam mengembangkan pertanian jagung.
“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi desa kami untuk mencapai kemandirian dan kemakmuran,” pungkasnya. (Adv)






