
SANGATTA – Dalam sesi wawancara Bersama awak media di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim), Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (6/5/2024), Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso membeberkan bahwa ada tiga koperasi di Kutim yang telah berhasil memasuki ranah koperasi modern, dimana hal ini mengindikasikan evolusi signifikan dalam pendekatan bisnis melalui transformasi digital.
“Saat ini, setidaknya ada tiga koperasi Kutim yang telah berhasil masuk dalam kategori koperasi modern. Yang pertama sudah pasti masuk PT KPC, yang berikutnya dari Kaubun yang ekspor pisang, dan yang satunya saya lupa namanya,” ujarnya.
Teguh menjelaskan bahwa koperasi modern ini memiliki fokus bisnis yang kuat. “Mereka benar-benar berorientasi pada bisnis. Tujuan utamanya adalah menciptakan semangat kewirausahaan yang bermanfaat bagi daerah,” terangnya.
Dengan transformasi ini, diharapkan tiga koperasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.
“Ini adalah strategi penting untuk memajukan UMKM di Kutai Timur, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Kutim,” tambahnya.
Untuk diketahui, Koperasi modern merupakan konsep koperasi yang menggabungkan prinsip-prinsip koperasi tradisional dengan praktik-praktik bisnis modern. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan koperasi di era globalisasi.
Disamping itu, Adapun manfaat dari koperasi modern yakni meningkatkan pendapatan anggota melalui berbagai usaha yang efisien dan inovatif. Serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional lewat berkontribusi pada peningkatan daya saing ekonomi nasional dengan memperkuat sektor UMKM.







