
Borneo Nusantara, SANGATTA – Asisten Administrasi Umum (Admum) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Timur (Kutim), Sudirman Latief, berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kutim memiliki jiwa entrepreneur (kewirausahaan). Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Lomba Fashion Show Batik Wakaroros antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kamis (9/5/2024).
Pada kesempatan itu, Sudirman Latief mengatakan bahwa ASN di era modern harus memiliki kemampuan yang multitalenta, tidak hanya terpaku pada tugas dan fungsi pokoknya. Ia menjelaskan bahwa jiwa entrepreneur akan membantu ASN dalam meningkatkan kreativitas, inovasi, dan produktivitas dalam bekerja.
“Bahwa dari 4 juta lebih pegawai (ASN) di Indonesia konon kabarnya hanya sekitar empat persen yang berjiwa entrepreneur (wiraswasta). Untuk itu momentum kegiatan malam hari ini (lomba fashion show), ayo mari kita jadikan sebagai momentum untuk berfikir kewiraswastaan,” ajaknya.
Lebih lanjut, Sudirman Latief mengatakan bahwa Pemkab Kutim akan terus mendukung ASN yang ingin mengembangkan jiwa entrepreneurshipnya. Salah satu caranya yakni lewat penerapan empat langkah kewirausahaan yang menurutnya harus dijadikan pedoman sehingga ASN di Kutim dapat mengembangkan jiwa kewiraswastaannya.
“Empat langkah kewiraswastaan ini yang saya sebut (pertama) tetrapreneur, selanjutnya ada qualitypreneur, kemudian businesspreneur, dan terakhir ada chancepreneur,” sebut Sudirman di atas panggung.
Terakhir, dirinya mengajak seluruh pihak terkait, khususnya para peserta yang sebentar lagi akan tampil untuk tidak melupakan nilai seni dalam pakaian yang mereka kenakan, tetapi juga menanamkan jiwa-jiwa kewirausahaan pada individu masing-masing. Sehingga selain melestarikan budaya khas Kutim tetapi juga sambil mengembangkannya lewat pasar global dengan tujuan agar dilirik oleh orang luar.
“Ayo mari kita jadikan hasil karya kita ini masuk menembus market/pasar, tetapi bukan hanya pasar nasional tapi (juga) pasar global. Ketika empat langkah entrepreneur ini kita lakukan insyaallah yakin saja batik wakaroros mampu bersaing dengan produk-produk unggulan dari daerah lain,” tutupnya. (dd-Advetorial/KominfoKutim)(BN)







