Borneo Nusantara, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, mengadakan Safari Subuh ke-249 yang dirangkai dengan tes baca Al-Qur’an bagi peserta seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Kukar.
Acara ini berlangsung di ruang utama Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Sabtu (15/6/2024) pagi.
Seleksi terbuka JPTP, yang diikuti oleh 36 peserta terdiri dari 34 orang beragama Islam dan 2 orang non-Muslim, mencakup tes baca Al-Qur’an.
Tes ini dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari Dr. Sabran dan H. Diwansyah, yang merupakan Dewan Hakim MTQ Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar.
Tes baca Al-Qur’an diawali oleh Sekretaris Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Hero Suprayetno, dan ditutup oleh Sekretaris Perhubungan (Dishub), Yudi Apidiantara.
Menariknya, Bupati Edi bersama sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua MUI KH. Abdul Hanan, Ketua DMI HM. Bisyron, Ketua Baznas Shafik, Kepala BKPSDM H. Rakhmadi, dan Rektor Unikarta Prof. Ince Raden, serta para Kepala OPD di lingkup Pemkab Kukar, turut mengamati jalannya tes hingga selesai.
Bupati Edi Damansyah menjelaskan bahwa tes mengaji ini ditambahkan sebagai bagian dari implementasi Program Dedikasi Kukar Idaman, yaitu Gerakan Etam Mengaji (GEMA).
Kata dia, program GEMA bertujuan mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya.
“Tes mengaji ini saya ingin menumbuhkan kesadaran personal para pejabat. Mengaji bukan hanya syarat administratif, tetapi penting untuk kepentingan diri sendiri dan organisasi,” ujar Edi.
Melalui tahapan seleksi ini, Edi berharap 12 pejabat yang nantinya terpilih dan pejabat lainnya benar-benar mempelajari manajemen GEMA dan mengimplementasikan tilawatil Qur’an di OPD masing-masing.
Bupati Edi menyebutkan bahwa program GEMA sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan memiliki peraturan daerah yang mendukung, meskipun pelaksanaannya di OPD masih belum masif.
“Bagi yang terpilih, siapkan manajemen GEMA untuk diterapkan di OPD dan lingkungan kerja,” tutup Edi. (Adv)







