Sangatta, Borneonusantara.id – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, dan Ketua TP PKK Kutim, Ir. Hj. Siti Robiah Ardiansyah, tampil sebagai narasumber dalam Podcast Bangga Kencana yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Kamis (5/6/2025).
Mengangkat tema “Peran, Strategi, dan Tantangan Duta Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Nasional”, podcast ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan komitmen Pemkab Kutim dalam percepatan penurunan stunting secara sistematis dan kolaboratif.

Usai Dikukuhkan Jadi Duta Tamasya, Kutim Siap Bergerak
Sebelumnya, Bupati dan istri telah resmi dikukuhkan sebagai Duta Nasional Program Tamasya oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. Wihaji, saat peluncuran program di Kecamatan Muara Wahau.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi amanah. Tamasya kini masuk dalam 50 program unggulan Kutai Timur Hebat,” ujar Ardiansyah dalam podcast.
Program Tamasya juga telah menjadi bagian dari agenda Quickwin nasional, dan diintegrasikan dengan berbagai program daerah seperti Gratis Minum Susu & Makan Buah, Dokter Keliling, hingga 1 Desa 1 Jaringan Air Bersih.
Bukti Nyata: Angka Stunting Turun Drastis
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2025 menyebutkan, angka stunting di Kutim turun dari 29% ke 20,6% hanya dalam setahun. Ini menjadi salah satu capaian terbaik di Kalimantan Timur.
“Target nasional hanya dua persen penurunan per tahun. Kita hampir sembilan persen. Ini kerja luar biasa semua pihak,” kata Ardiansyah bangga.
Ia mengapresiasi dukungan dari camat, kepala desa, OPD teknis, hingga kader di lapangan. Kutim membuktikan bahwa kerja bersama mampu menghasilkan dampak besar.
TP PKK Aktif di Lapangan
Ketua TP PKK Kutim, Hj. Siti Robiah, menambahkan bahwa peran PKK—terutama Pokja II—sangat strategis dalam membina TPA (Taman Pengasuhan Anak), edukasi keluarga, dan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi serta UP2K.
“Kami rutin turun ke 18 kecamatan, gandeng Disdikbud, Dinsos, dan Disnaker. Semua OPD punya tanggung jawab dalam mendukung TPA,” ujarnya.
Ia juga mendorong penggunaan aplikasi digital seperti SIGA-Elsimil dan Status Gizi agar pelaporan lebih akurat dan intervensi bisa lebih tepat sasaran.

Target Nasional: 14 Persen
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa saat ini ada 7 Dapodik (sistem data pendidikan) yang sudah terhubung dalam monitoring TPA. Ia menegaskan bahwa seluruh TPA, baik milik pemerintah maupun perusahaan, wajib mengikuti standar dan berkoordinasi dengan DPPKB.
“Target kita selanjutnya menurunkan stunting ke angka 14 persen. Jangan puas dulu. Perjalanan kita masih panjang,” tegas Junaidi.
Ia juga mengingatkan bahwa Kutim pernah mencatat angka gizi buruk tertinggi di Kaltim, namun saat ini sedang menebus masa lalu dengan capaian-capaian nyata.
Kolaborasi Jadi Kunci
Podcast ini menjadi momentum penting menyatukan visi, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memastikan bahwa generasi emas Kutim mendapatkan hak tumbuh dan berkembang secara optimal.
bn.02.wr.







