MUARA BENGKAL—Langit belum benar-benar gelap, tapi iring-iringan kendaraan di poros Rantau Pulung–Batu Ampar melaju hati-hati. Di salah satu mobil, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi duduk tenang, memperhatikan setiap jengkal jalan yang mereka lalui. Bukan untuk seremonial, tapi demi melihat langsung kondisi jalan di pedalaman.
Perjalanan ke Muara Bengkal bukan sekadar tugas pemerintahan biasa baginya. Mahyunadi ingin memastikan program pembangunan, khususnya perbaikan infrastruktur jalan, benar-benar menyentuh warga di desa-desa terjauh.
Di tengah jalan, rombongan beberapa kali berhenti. Mahyunadi turun, berdiri di atas timbunan batu, memperhatikan detail kecil yang bisa berdampak besar. Salah satu titik yang disorotnya adalah perawatan jalan poros Rantau Pulung-Batu Ampar yang ditangani dengan sistem swakelola.
“Dirawat yang baik, gunakan batu yang sesuai,” ucapnya tegas kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Wahasuna Aqla yang mendampingi perjalanannya.
Ia tahu benar, jalan bukan sekadar urusan teknis, tapi juga akses kehidupan. Warga desa bertaruh banyak pada kondisi jalan yang mereka lalui setiap hari—mengantar hasil kebun, membawa anak ke sekolah, atau sekadar pergi berobat.
Perjalanan panjang itu tak berhenti di Muara Bengkal. Mahyunadi menelusuri jalur vital yang menghubungkan Senambah, Muara Ancalong, Senyiur, hingga Long Bentuk di Busang. Jalan yang sebagian besar masih perlu perhatian khusus, terutama saat musim hujan datang.
Mahyunadi memang tak ingin hanya mengandalkan laporan birokrasi di kantor. Menurutnya, banyak masalah teknis baru terlihat bila pejabat turun langsung. Rangkaian kunjungan ini akan berlangsung maraton menyisir jalur darat yang sebagian belum layak dilalui kendaraan biasa.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari evaluasi pembangunan infrastruktur Kutim tahun berjalan dan menilik perencanaan tahun berikutnya. Pemerintah daerah menargetkan penguatan konektivitas antarwilayah sebagai prasyarat percepatan pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. (ADV/ProkopimKutim/BN)







