BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di 18 kecamatan. Upaya ini menjadi prioritas Dinas Pariwisata untuk memastikan seluruh subsektor ekraf teridentifikasi dengan baik, termasuk jumlah pelaku, lokasi produksi, kebutuhan pelatihan, dan peluang pemasaran. Pendataan tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan program kerja lima tahun ke depan.
Kabid Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifanie, mengatakan, data pelaku ekraf yang tersedia selama ini belum lengkap dan belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Akibatnya, beberapa subsektor kesulitan mendapatkan akses program karena pemerintah tidak memiliki data yang valid.
“Kami ingin benar-benar tahu siapa saja pelaku ekraf di seluruh kecamatan. Tanpa data, program akan sulit tepat sasaran. Karena itu pendataan kami lakukan secara besar-besaran,” ujarnya.
Dalam proses pendataan, pemerintah akan melakukan kunjungan langsung ke pelaku UMKM kreatif, komunitas seni, kelompok kriya, pembuat film, pelaku kuliner, desainer fesyen, hingga pengusaha fotografi. Data yang terkumpul akan dipilah berdasarkan subsektor dan tingkat kebutuhan pembinaan. Dispar juga menyiapkan formulir digital agar proses verifikasi lebih cepat dan dapat dipantau secara berkala.
Rifanie menyebut, pendataan ini akan menjadi dasar bagi penyusunan kegiatan strategis 2025-2030. Program seperti pelatihan subsektor, pameran kriya, lomba film, festival seni, dan dukungan pemasaran akan berbasis data, bukan asumsi. Dengan demikian, pemerintah dapat merencanakan anggaran dan kegiatan secara akurat.
“Kalau datanya lengkap, kita bisa menyusun program yang lebih terukur. Tidak ada lagi kegiatan yang dibuat tanpa melihat kebutuhan pelaku ekraf,” lanjutnya. (adv/diskominfokutim/yap).







