Prestasi Gemilang Cabor Dayung Kutim di Tenggarong: 4 Medali, Tapi Ujian Siswa Jadi Tantangan

BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA — Babak Kualifikasi Praporprov Cabang Olahraga Dayung resmi selesai di Tenggarong, Kukar (09/12/2025), yang awalnya direncanakan di Grogot, dengan Kontingen Kutai Timur yang meraih medali emas dan perak, menempati peringkat empat dalam klasemen perolehan medali.

Prestasi ini dicapai di bawah bimbingan pelatih lokal Asmadi dan Barto, dengan total 28 atlet dari Kutim ditambah 3 atlet dari SKOI, menandai momentum penting pembinaan bibit unggul dayung asli Kutai Timur.​

Dalam wawancara pasca kualifikasi, Roby Paul Ketua PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Kutim menyampaikan secara rinci hasil perolehan medali tim. “Kutim berada diperingkat 4 perolehan medali, mendapatkan 2 medali emas dan 2 medali perak di bawah asuhan pelatih Pak Asmadi dan Pak Barto,” ujarnya, menekankan peran kunci duo pelatih dalam kesuksesan tersebut. Ia juga menyoroti komposisi tim yang kuat, dengan penambahan atlet eksternal untuk memperkuat kekuatan lokal.​

Roby Paul menunjukkan optimisme tinggi untuk kompetisi mendatang. “Jadi, optimis untuk lebih maksimal lagi di Praporprov tahun depan,” tegasnya, sambil menyebutkan adaptasi cepat terhadap perubahan lokasi ke Tenggarong, Kukar.

Prestasi ini menempatkan Kutai Timur di antara kabupaten unggulan seperti Paser (10 emas), Kutai Kartanegara (4 emas), dan Kutai Barat (2 emas), dengan total medali Kutim mencapai 4.​

Mengenai tantangan jadwal yang molor akibat ujian sekolah siswa, Roby Paul menjelaskan penyesuaian darurat. “Berkaitan dengan jadwal, sebenarnya kami sudah menunggu surat dari Pemprov untuk bisa bersurat ke KONI terkait masalah pelepasan. Setelah kami melakukan rapat, ternyata ada perubahan jadwal. Banyak anak yang sedang menghadapi ujian, dan kami tidak ingin mereka dikorbankan. Karena itu, kegiatan yang seharusnya selesai pada tanggal 12 kami percepat menjadi tanggal 10, dan akhirnya kembali dipercepat hingga dapat diselesaikan hari ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Anak-anak ini harus kembali dan tiba di Wahau malam ini. Besok mereka harus melapor ke sekolah, dan lusa akan mengikuti ujian susulan. Karena itu, kami juga memohon maaf kepada Ketua KONI karena tidak sempat lagi menyampaikan surat pelepasan secara resmi.”​

Keberhasilan ini menjadi pondasi kuat bagi Kutai Timur untuk mendominasi cabang dayung di tingkat provinsi, dengan fokus pada pembinaan atlet lokal demi hasil lebih gemilang di Praporprov 2026.​

Pos terkait

banner 468x60