Perkuat Konektivitas Desa, Diskominfo Kutim Sosialisasikan Infrastruktur Digital Aparatur

Foto Bersama Pada Sosialisasi Penggunaan Infrastruktur Digital bagi Aparatur di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA — Sosialisasi Penggunaan Infrastruktur Digital bagi Aparatur di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi dibuka di Aula Pertemuan Hotel Royal Victoria Sangatta, (15/12/2025). Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital di daerah, sejalan dengan misi pembangunan kabupaten yang menargetkan konektivitas internet gratis hingga ke pelosok desa.

Acara diawali dengan pembacaan doa dan penyanyian Indonesia Raya, dihadiri jajaran Forkopimda, OPD, camat, kepala desa, serta perwakilan PT Telkom. Sosialisasi ini menyasar 11 kecamatan dan 40 desa perwakilan dari total 46 desa, dengan sekitar 200 peserta, meski terbatas anggaran. Kolaborasi dengan PT Telkom dan PT Bhakti Unggul Teknovasi menyasar peningkatan literasi operator dalam memanfaatkan jaringan fiber optik untuk layanan internet di kantor kecamatan dan desa. Narasumber utama mencakup Fedi Dea Rizki Adhita dari Telkom University, serta perwakilan Telkom seperti Ari Iryanto, Kepala Kantor Telkom Kutim dan Bontang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, memberikan arahan panjang yang menjadi sorotan utama. Ia memuji inisiatif Diskominfo dan menekankan transformasi digital sebagai misi keempat pembangunan kabupaten.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Kutai Timur terus berupaya memperkuat transformasi digital dan negerah. Karena ini sesuai dengan misi yang keempat, yaitu pembangunan infrastruktur digital, infrastruktur dasar dan digital untuk menjunjung konektivitas antara pemerintah dan wilayah,” katanya.

Sambutan Wakil Bupati

Wakil Bupati menjelaskan evolusi revolusi industri dari mesin uap (abad 17), elektrifikasi, komputerisasi, hingga era AI dan IoT saat ini, yang memasuki revolusi ke-5 dengan kolaborasi manusia-robot. Ia khawatir Indonesia, termasuk Kutim, tertinggal seperti pada revolusi sebelumnya, di mana bahkan pemahaman crypto dan Bitcoin masih minim.

“Kalau kita seperti ini, maka kita ketinggalan. Oleh karena itulah, sebanyak apapun pemerintah menggelontorkan biaya untuk membuat infrastruktur dasar dan digital, tapi kalau sumber daya manusia tidak dikembangkan, maka kita ketinggalan,” tegasnya, sambil mendorong dashboard data dinamis untuk blueprint pembangunan yang transparan.

Ia juga menekankan empat poin krusial: gunakan infrastruktur secara bijak dan aman (hindari VPN sembarangan di perangkat kantor), perkuat keamanan data dengan password kuat, integrasikan data antar-OPD dan desa via dashboard, serta optimalkan teknologi untuk pelayanan publik seperti KTP elektronik dari rumah.

“Teknologi harus memudahkan masyarakat, bukan membingungkan atau memperlebat proses,” ujarnya.

Wakil Bupati menutup dengan membuka resmi kegiatan, diikuti penyerahan plakat dari Ari Iryanto dan foto bersama. Ia menegaskan internet bukan hanya untuk sejahtera (sandang-pangan-papan), tapi juga bahagia melalui hiburan seperti konser, yang berada didesa pun tetap bisa mengakses hiburan yang disediakan melalui internet yang disediakan. Kegiatan berlanjut dengan materi teknis, diharapkan lahirkan aparatur tangguh menghadapi era digital.

Penyerahan Plakat Dari Perwakilan Telkom Kepada Wakil Bupati

Kepala Diskominfo Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, dalam sambutannya juga, menekankan urgensi pemahaman aparatur terhadap teknologi informasi yang aman dan etis.

“Oleh karena itu penting bagi kita sebagai aparatur pemerintah untuk memiliki pemahaman terkait penggunaan teknologi informasi yang aman, efisien dan tentunya sesuai dengan prinsip etika digital,” ujarnya, merujuk pada dasar hukum seperti UU ITE 2008, UU Keterbukaan Informasi Publik, UU Perlindungan Data, serta berbagai Perpres dan Permen Kominfo tentang keamanan sistem pemerintah berbasis elektronik

Sosialisasi Penggunaan Infrastruktur Digital bagi Aparatur di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Kepala Diskominfo berharap peserta menyampaikan ilmu kepada operator penanggung jawab di desa, memastikan data stunting dan lainnya sinkron dari bawah ke atas.

“Kami berharap perserta atau pada hari ini bisa memberikan data-data atau memasukkan data-data tersebut secara dinamis, sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan dan kondisi,” ujarnya.

 

Pos terkait

banner 468x60