17 Pendaki Taklukkan Gunung Beriun, Minta Perhatian Pemerintah untuk Perbaikan Akses Jalan

Kutai Timur – Sebanyak 17 peserta pendakian yang terdiri dari 12 pria dan 5 wanita berhasil menuntaskan pendakian ke Gunung Beriun dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari tiga malam, mulai 29 Mei hingga 1 Juni 2026.

Pendakian yang diinisiasi oleh Ketua Kompak Kutim bersama Beriun Karya Bakti tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi wisata alam Gunung Beriun yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur.

Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta telah berkumpul pada 28 Mei 2026 untuk melakukan persiapan akhir. Dari total peserta, lima di antaranya merupakan pendaki perempuan yang dinilai tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan.

Menurut panitia, tantangan yang dihadapi para pendaki wanita tidak jauh berbeda dengan pendakian gunung lainnya, yakni rasa lelah akibat medan yang cukup berat. Namun, pengalaman mereka mendaki sejumlah gunung terkenal di Indonesia seperti Gunung Rinjani dan Gunung Prau menjadi bekal penting dalam menghadapi perjalanan menuju puncak Beriun.

“Untuk peserta wanita tidak ada kendala khusus. Rasa lelah tentu ada seperti pendakian pada umumnya, tetapi mereka sudah berpengalaman mendaki gunung-gunung lain seperti Rinjani dan Prau sehingga secara fisik, mental, perlengkapan, dan perbekalan sudah sangat siap,” ujar salah satu peserta.

Para pendaki menilai Gunung Beriun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan petualangan di Kutai Timur. Namun demikian, mereka menyoroti kondisi akses jalan menuju pintu rimba yang masih menjadi kendala utama bagi para pendaki.

Bahkan, dalam perjalanan menuju lokasi pendakian, rombongan harus bermalam selama dua malam di perjalanan akibat sulitnya akses menuju pintu masuk jalur pendakian. Kondisi serupa juga dialami saat perjalanan pulang, di mana rombongan kembali menginap di lokasi yang sama sebelum melanjutkan perjalanan menuju basecamp di Kecamatan Karangan.

“Kendala terbesar justru bukan saat mendaki, tetapi akses menuju pintu rimba. Kami sampai harus bermalam dua malam di perjalanan saat berangkat dan kembali menginap di lokasi yang sama saat pulang sebelum menuju basecamp Karangan,” ungkapnya.

Meski demikian, seluruh peserta berhasil menyelesaikan pendakian dengan selamat dan penuh semangat kebersamaan. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi pecinta alam lainnya untuk mengenal lebih dekat keindahan Gunung Beriun.

Para pendaki juga mengingatkan bahwa Gunung Beriun bukanlah jalur yang bisa dianggap ringan. Mereka mengimbau calon pendaki agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.

“Latihan fisik, kesiapan mental, serta perlengkapan dan perbekalan yang memadai menjadi syarat utama sebelum mendaki Gunung Beriun. Persiapan yang matang akan sangat membantu selama perjalanan,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, para peserta berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya dinas yang membidangi pariwisata, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kawasan Gunung Beriun, terutama dalam peningkatan akses jalan menuju pintu rimba. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, potensi wisata alam Gunung Beriun diyakini dapat berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan maupun pendaki dari berbagai daerah.

Pos terkait

banner 468x60