SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyambut kedatangan Tim Penilai Geopark Nasional dalam malam ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur, jajaran Forkopimda, para camat dari wilayah yang masuk kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, serta sejumlah kepala perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi. Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Senin 6/7/2026.
Kedatangan tim penilai menjadi tahapan penting dalam proses verifikasi kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya bernilai tinggi.
Di wilayah Kutai Timur, kawasan yang menjadi bagian dari penilaian tidak hanya Goa Mangkuris (Goa Telapak Tangan) di Kecamatan Karangan, tetapi juga Mata Air Tangga Bidadari di Kecamatan Kaliorang. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis konservasi dan edukasi.

Saat diwawancarai, Kepala Dinas Pariwisata Kutim Mahriadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung terhadap akses menuju salah satu geosite yang akan dilalui tim verifikator.
“Kami sudah meninjau akses menuju kawasan geosite agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan. Sebagai Dinas Pariwisata, tentu kami sangat mendukung pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat karena ini menjadi salah satu potensi wisata unggulan Kutai Timur,” ujarnya.
Mahriadi menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan geopark tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pariwisata. Menurutnya, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar kawasan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kalau nanti hasil penilaian sesuai harapan, maka pekerjaan berikutnya adalah bagaimana seluruh perangkat daerah berkolaborasi. Infrastruktur jalan menjadi bagian dari Dinas Pekerjaan Umum, pelestarian nilai sejarah dan budaya menjadi peran Dinas Kebudayaan, sementara Dinas Pariwisata fokus pada pengembangan destinasi dan promosi. Semua harus berjalan bersama karena pengembangan geopark adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Mahriadi.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, sehingga tidak hanya memperoleh pengakuan di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, pelestarian lingkungan, dan kemajuan sektor pariwisata di Kutai Timur.
Melalui kunjungan Tim Penilai Geopark Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur optimistis kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat semakin mendapat pengakuan sebagai kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan alam yang layak dikembangkan secara berkelanjutan serta menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.(BN-01)







