BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA– Suasana meriah menyelimuti kediaman Kasmidi Bulang di kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta, Rabu (26/08/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti turnamen Domino KB Cup 2026, sebuah gelaran yang sengaja dihadirkan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Acara yang digagas oleh mantan Wakil Bupati Kutai Timur periode 2016-2025 ini ternyata mendapat respons di luar dugaan. Bukan sekadar lomba biasa, turnamen ini sekaligus menjelma menjadi pesta rakyat dengan jumlah partisipan menembus angka 2.000 orang lebih.
Kasmidi Bulang, yang akrab disapa KB, mengaku ide penyelenggaraan lomba ini bermula dari usulan sejumlah tokoh masyarakat dan rekan-rekannya. Mereka menginginkan sebuah kegiatan sederhana namun mampu mewadahi kebersamaan seluruh lapisan warga.
Sebenarnya, gelaran serupa bukan hal baru. Pada 2018 silam, sebelum pandemi COVID-19 melanda, lomba domino pernah digelar di area Patung Burung dengan jumlah peserta sekitar 1.000 orang. Namun edisi kali ini jauh melampaui pencapaian sebelumnya.
“Target awal kami sebenarnya 2.000 peserta. Tapi kenyataannya pendaftar yang masuk sudah melebihi itu, tercatat sekitar 2.046 orang,” papar KB.

Menghadapi lonjakan jumlah peserta yang tak terduga, panitia pun menerapkan sistem gugur untuk menjaga kelancaran jalannya turnamen. Peserta dibagi ke dalam empat pool, dengan masing-masing pool diisi lebih dari 500 orang.
Ia menjelaskan mekanismenya secara sederhana: dalam satu meja permainan diisi empat peserta, hasilnya dua orang melaju ke babak berikutnya sementara dua lainnya tersingkir. Dengan begitu, setiap putaran otomatis memangkas separuh jumlah peserta yang bertanding.
Di balik kesuksesan acara, KB menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang telah bekerja secara sukarela demi kelancaran acara. Ia pun berharap turnamen ini bisa menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan ke depannya.
Menurutnya, momen ini menjadi ruang bagi warga untuk kembali berkumpul dan merayakan kemerdekaan dengan suasana penuh keakraban setelah sekian lama vakum.

Tak lupa, KB juga menyinggung status domino yang kini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI. Baginya, domino adalah representasi olahraga rakyat yang murah meriah tapi tetap sarat akan strategi dan ketajaman berpikir.
“Modalnya cuma kartu domino, tapi soal strategi dan olah otak, jangan salah, tetap dibutuhkan di sini. Saya berharap ajang ini bisa terus jadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita semua,” tutupnya.







