Jangkau Pelaku Ekraf hingga Pelosok, Dispar Kutim Padukan Sistem Digital dan Pendataan Lapangan

Kepala Bagian Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, akhmad Rifanie

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – SIEKTA, portal pemetaan ekosistem ekonomi kreatif yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan sektor ekraf di Kabupaten Kutai Timur, yang saat ini terus dikembangkan untuk memperkuat basis data, memetakan potensi pelaku dan subsektor ekraf, serta mendukung perumusan kebijakan dan program pengembangan ekonomi kreatif di daerah

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, sebelum memanfaatkan perkembangan tekhonoli informasi berbasis digital., pihaknya sempat mengandalkan metode konvensional dalam melakukan pendataan pelaku ekraaf di selauruh wilayah di Kutim. Namun, cara tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini dan dinilai kurang efektif.

“KIta harus adaptif, termasuk dalam memanfaatkan tekhnologi untuk mendukung program-program yang di lakukan oleh pemeirntah, termasuk di Dinas Pariwisata,”ujarnya.

Meski beralih ke sistem digita, namun persoialan lain juga tidak langsung bisa hilang begitu saja. salah satunya keterbatasan kemampuan sumber daya manusia (SDM) terutama para pelaku ekraf. Mengingat dengan latar belakang yang beragam di tambah infrastruktur yang belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Kutim juga menjadi tantangan bagi Dispar Kutim untuk bisa menjangkau seluruh pelaku ekraf.

“Kami tidak menyerah, kami terus coba berbagai inovasi dengan mengkombinasikan sistem ini dengan cara hadir di tengah-tengah meraka dan memberikan edukasi agar seluruh mayarakat (pelaku ekraf) bisa kami akomodir,”ujarnya.

Dalam proses pendataan tersebut, informasi yang dikumpulkan mencakup nama, alamat, nomor kontak, hingga jenis usaha yang dijalankan, yang sudah terpetakan dalam SIEKTA. Data-data ini nantinya menjadi rujukan utama setiap kali dinas menjalankan program yang membutuhkan keterlibatan pelaku ekraf secara langsung.

“Karena pada intinya kami hanya ingin tahu keberadaanya, agar saat ada kebijakan yang akan di berikan oleh dinas terkait, misalnya pelatihan, bantuan, kita sudah tau mereka di mana,” jelasnya.

Hadirnya, SIEKTA ini di harapkan mampu menjadi salah satu data dukung yang bisa dimanfaatkan menajdi database (sumber informasi) potensi daerah melalui ekraf. Keberadaan data yang terstruktur ini diyakini akan mempermudah daerah dalam menghadrikan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin melalui karya dan inovasi yang memanfaatkan sumber daya lokal.

“Bagi pelaku ekonomi kreatif yang mau mengisi database, bisa kunjungi media sosial Dispar, disitu ada barcode yang bisa di scan,” tambahnya. (bn/adv/08)

Pos terkait

banner 468x60