
BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur terus mendorong pengembangan event sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya sekaligus membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan event menjadi salah satu fokus yang terus dikembangkan, terutama kegiatan yang memiliki potensi untuk dikenal lebih luas hingga tingkat nasional.
“Ekrafnya sendiri penyelenggaraan event berbasis nasional, makanya event salah satu yang kita dorong,” ujar Rifanie.
Ia menyebut sejumlah kegiatan budaya di Kutim memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi event berskala nasional. Salah satunya Lom Plai yang kembali diusulkan agar masuk dalam agenda nasional pada 2027.
Selain Lom Plai, terdapat pula sejumlah event lain seperti Ufah di Kongbeng, Festival Sekerat, serta rencana pelaksanaan Erau Kutai Timur. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.
“Lom Plai kita usulkan di 2027 agar masuk nasional lagi, begitu juga event lain seperti Ufah yang di Kongbeng, Festival Sekerat, dan ke depannya akan ada Erau Kutai Timur,” jelasnya.
Rifanie mengatakan, pengembangan event tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat memberi ruang bagi ekonomi masyarakat. Pelaku usaha lokal maupun pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengambil bagian dalam setiap kegiatan yang digelar.
Selain event, pihaknya juga mendorong sertifikasi bagi pelaku usaha sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan daya saing.
“Hal-hal seperti itu kita coba sinergikan dengan program Dinas Pariwisata, termasuk juga ekonomi masyarakat dan sertifikasi bagi pelaku usaha masuk dalam program,” pungkasnya. (bn/adv/08)







