BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kecamatan Kaliorang memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Namun, keterbatasan informasi mengenai prosedur dan persyaratan ekspor masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan pemasaran produknya.
Plt Camat Kaliorang, Pitriani, mengungkapkan, berbagai produk unggulan yang dihasilkan masyarakat setempat memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing dengan produk dari daerah lain. Meski demikian, pemasaran produk hingga kini masih didominasi pasar lokal.
“Meskipun banyak produk kita cukup beragam, baik UMKM maupun hasil pertanian, namun kami masih kesulitan untuk keluar,” ujarnya.
Menurut Pitriani, salah satu kendala yang dihadapi pelaku usaha adalah terbatasnya informasi yang dapat diakses untuk mengembangkan usaha, terutama terkait peluang dan mekanisme pemasaran ke luar daerah maupun pasar ekspor.
Melalui keikutsertaan dalam Expo Pembangunan Kabupaten Kutai Timur, pihaknya berharap produk-produk unggulan Kaliorang semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menarik perhatian investor yang tertarik mengembangkan potensi usaha lokal.
Setidaknya, terdapat 30 jenis produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari hasil bumi hingga makanan olahan masyarakat. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Fruity Box Kalbana, olahan makanan berbahan dasar pisang kepok grecek yang menjadi salah satu potensi lokal Kaliorang.
Pitriani menyebutkan, produk tersebut juga mendapat perhatian Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang melihat adanya peluang untuk mengembangkan pemasarannya hingga tingkat internasional.
“Bupati (Ardiansyah Sulaiman) juga tadi sempat menyebut bahwa ini memiliki potensi untuk go internasional,” ucapnya.
Ia menegaskan, upaya memperluas pasar tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang potensial. Pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan, informasi mengenai persyaratan produk, serta akses yang dapat menghubungkan mereka dengan calon pembeli dan mitra usaha.
Karena itu, Pitriani berharap dukungan pemerintah kabupaten dapat memperkuat promosi sekaligus membuka jaringan pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk Kaliorang. Dengan pendampingan berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan semakin siap mengembangkan bisnisnya sehingga produk lokal tidak hanya dikenal melalui pameran, tetapi juga mampu tumbuh menjadI usaha berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas. (bn/adv/09)







