DPPPA Kutim Dorong Peran Keluarga dan Masyarakat Wujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam keikutsertaannya pada Expo 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim.

Melalui stan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, DPPPA Kutim berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Edukasi ini sekaligus menjadi langkah untuk mendorong masyarakat memahami hak-hak perempuan dan anak serta pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang bebas dari diskriminasi, perundungan, dan berbagai bentuk perlakuan yang merugikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, menilai Expo 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan berbagai unsur tersebut memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan pembangunan secara lebih dekat sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ia menilai upaya perlindungan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan program pemerintah. Diperlukan kepedulian bersama agar masyarakat mampu mengenali berbagai persoalan yang dapat mengancam keselamatan perempuan dan anak, sekaligus berperan aktif menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak, keamanan, serta kesejahteraan mereka.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPPPA Kutim, Rita Winarmi, menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun rasa aman bagi anak dan menanamkan nilai kesetaraan. Menurutnya, pola pengasuhan yang baik, komunikasi terbuka, serta kepedulian terhadap kebutuhan anak merupakan bagian penting dalam mencegah berbagai tindakan yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan kesejahteraan mereka.

Rita juga menekankan perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang ramah perempuan dan anak. Setiap unsur masyarakat memiliki peran masing-masing, baik melalui pendidikan, pengawasan, dukungan sosial, maupun upaya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Melalui momentum Expo 2026, DPPPA Kutim mengajak masyarakat untuk tidak memandang perlindungan perempuan dan anak sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab instansi tertentu. Kepedulian terhadap kondisi di lingkungan sekitar, keberanian melaporkan tindakan yang merugikan, serta dukungan terhadap pemenuhan hak perempuan dan anak menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Partisipasi DPPPA Kutim dalam Expo 2026 diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Sejalan dengan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, upaya tersebut menjadi bagian dari dorongan mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kualitas hidup, keamanan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat. (bn/adv/09)

Pos terkait

banner 468x60