
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melantik secara resmi Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta pada Senin (8/5/2023) siang.
Diantaranya, sebanyak 25 pengurus dilantik dan dinahkodai oleh Khoirul Arifin. Lewat kesempatan ini, Khoirul bertekad membantu pemerintah dalam deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).
Dalam sambutannya, Bupati berharap forum ini bisa mendorong dan memotivasi peran aktif masyarakat untuk ikut mewaspadai berbagai hal yang memiliki potensi menjadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat. Selain itu juga, ia berharap masyarakat dapat mengenali dan mengetahui sejak dini faktor-faktor pemicu dan tanda-tanda terjadinya bencana dengan mengamati indikasi yang ada sehingga dapat dilakukannya tindakan pencegahan.
“Oleh karnanya Pemerintah sangat berharap betul kepada forum ini untuk memberikan info-info yang betul-betul mampu untuk bisa menangkal persoalan-persoalan yang ada khusunya yang bersifat negatif, merusak dan sebagainya” imbuhnya.
Selanjutnya Bupati berharap kepada FKDM agar bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap Pemerintah. Ia berharap, FKDM dapat menginventarisir serta memberikan update seputar potensi gangguan dan ancaman yang dapat muncul di tengah-tengah masyarakat.
“Sejak awal Kutim ini berdiri, Kutim merupakan salah satu daerah yang berkembang dengan pesat. Dengan adanya ini, kita juga harus bisa mengimbanginya dengan keamanan yang bagus, kewaspadaan dini yang baik dan sebagainya.” tutup orang nomor satu di Kutim ini.
Lewat sambutannya, Ketua FKDM Khoirul Arifin berharap kepada pemerintah daerah serta dewan penasehat FKDM sekiranya dapat membimbing dan menjadikan FKDM sebagai mitra pemerintah dalam bekerja sama melakukan kegiatan cegah dan deteksi dini terhadap potensi ATHG di wilayah Kutai Timur.
“Mengingat sebentar lagi akan diadakannya pemilu 2024 secara serentak, dimana mulai dari Pilpres, Pilgub, Pilkada dilakukan serentak pada tahun 2024 mendatang. FKDM Kutim diharapkan mampu melakukan pendeteksian dini dan pencegahan dini dan meningkatkan kepekaan serta kewaspadaan dini terhadap memanasnya suhu politik dan keamanan yang dapat mengganggu jalannya pemilu 2024” pungkasnya.
(BN04.dd)_(Adv.Diskominfoperstikkutim)







