Bupati Ardiansyah Dorong Pengembangan Ekonomi Keraykatan Melalui 4 Potensi SDA di Kutim


Borneo Nusantara, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayahnya melalui pemanfaatan empat potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh Kutim. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya di acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kutim yang digelar di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Minggu (11/5/2024) pagi.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah mengatakan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi SDA ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tentunya ramah lingkungan. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada semua pihak untuk bersinergi dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan di Kutim.

Untuk diketahui empat potensi SDA tersebut antara lain ada pertanian, dimana Kutim memiliki lahan yang luas dan subur, yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian, seperti padi, cabai, dan sayur-sayuran. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat petani.

Kedua, perkebunan dimana sektor perkebunan kelapa sawit sekarang menjadi primadona bagi masyarakat Kutim, terutama para petani yang berada di pedalaman. Perkebunan kelapa sawit berkembang seiring dengan pertumbuhan koperasi yang terus menunjukkan kemajuan. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berasaskan kekeluargaan, tidak dapat dipandang remeh, sebab koperasi sebagai suatu organisasi bisnis, dimiliki dan dioperasikan sekelompok orang demi kepentingan bersama.

Ketiga, perikanan dimana Kutim memiliki garis pantai yang panjang mencapai 500 kilometer, dengan potensi sumber daya ikan yang melimpah. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pengembangan usaha perikanan tangkap dan budidaya.

Keempat, pariwisata dimana Kutim memiliki berbagai potensi wisata alam yang indah, seperti pantai, hutan, dan air terjun. Ada beberapa destinasi favorit di Kutim yang sudah cukup terkenal, diantaranya ada Desa Budaya Miau Baru, Pulau Miang, Karst Samgkulirang-Mangkalihat, Taman Nasional Kutai (TNK) dan masih banyak lagi. Potensi-potensi ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

“Kalau investasi yang tinggi itu memang mempengaruhi PDRB secara makro, nah saya tidak tinggal diam jadi kalau makro tadi hubungannya dengan para investor yang memiliki keuangan yang besar, tapi secara mikro saya ingin mendorong ekonomi kerakyatan kita melalui pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Kurang lebih ada sekitar tujuh potensi SDA kita (di Kutim) yang tidak akan selesai (habis) sampai nanti kita meninggalkan Kutim,” ungkapnya.

Terakhir, dirinya mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat Kutim agar dapat bersinergi untuk memajukan potensi-potensi yang ada ini sehingga bisa dikelola dengan baik dan benar.

“Mari kita bersama-sama membangun Kutai Timur dalam kerangka untuk kesejahteraan kita sendiri sekaligus meningkatkan ekonomi kerakyatan dan insyaallah Kutai Timur kedepan adalah Kutai Timur yang hebat, maju, berjaya, mandiri dan sejahtera sebagaimana syair lagi Mars Kutai Timur,” pesan orang nomor satu di Kutim ini. (dd-Advetorial/KominfoKutim)(BN)

Pos terkait

banner 468x60