Tingkatkan Akses layanan Kesehatan Hewan, DTPHP Kutim Berencana Mekarkan Puskeswan Kaliorang

SANGATTA – Guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan hewan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum, mengumumkan rencana pemekaran Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kaliorang. Menurutnya Pemekaran Puskeswan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan hewan bagi peternak di daerah tersebut dan hal ini dapat membantu mencegah serta mengendalikan penyakit hewan, sehingga meningkatkan kesehatan hewan secara keseluruhan.

Langkah ini diambil karena peningkatan layanan Kesehatan hewan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya kesehatan hewan dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan pencegahan penyakit hewan. Apalagi di Kaliorang sendiri selama ini mengalami beban berlebih dalam menangani permasalah hewan ternak tersebut.

Dyah menjelaskan bahwa saat ini Puskeswan di Kaliorang menangani lima kecamatan di Kutim, yaitu Karangan, Kaubun, Sandaran, dan Sangkulirang.

“Kondisi ini membuat Puskeswan Kaliorang sering kewalahan dalam menangani banyaknya kebutuhan peternakan di wilayah yang luas tersebut,” ujar Dyah kepada awak media pada Kamis (16/5/2024).

Untuk mengatasi masalah ini, Dyah telah berdiskusi dengan Bupati Kutim dan mendapatkan persetujuan dari pihak provinsi untuk melakukan pemekaran ini.

“Saya juga bermaksud menambahkan Puskeswan di Kaubun, agar nanti bisa fokus menangani Kaubun dan Karangan,” jelasnya.

Selain itu, Dyah juga berencana membangun Puskeswan di kawasan Bengalon. Langkah ini diharapkan dapat membuat pelayanan kesehatan hewan di Kutim lebih merata dan efisien.

“Rencana pembangunan di Bengalon ini karena kecamatan tersebut luas, sehingga mendukung perkembangan sektor peternakan di wilayah Kutim,” tandasnya.

Pemekaran Puskeswan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan hewan, ekonomi peternak, dan pembangunan daerah. Tentunya dengan adanya pemekaran ini manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh peternak, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Pos terkait

banner 468x60