
Borneo Nusantara, SANGATTA – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masa bakti 2024-2028 resmi digelar dan dibuka secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim Rudi Hartono di Dee.aRe Coffee Shop, Jalan H. Masdar 1 No.01 RT.64, Sangatta Utara, Jumat (17/5/2024) sore.
Mengawali sambutannya, Ketum KONI Kutim, Rudi Hartono membuka kegiatan Muskab ini dengan harapan besar agar kepengurusan baru Ferkushi Kutim dapat membawa organisasi yang terbilang cukup baru ini ke arah yang lebih baik.
“Ini adalah awal yang baik, semoga kedepan kepengurusan yang baru ini bisa mengisi apa-apa kekurangan yang ada di kepengurusan yang lama dan tetap mempertahankan yang sudah berjalan, sebagaima mestinya,” harap orang nomor satu di KONI Kutim ini.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kurash sendiri merupakan olahraga yang cukup baru di telinga masyarakat Kutim, namun dirinya tetap optimis cabang olahraga (cabor) satu ini dapat berkembang di Kutim sebagaimana cabor-cabor lain terdahulu.
“Kurash ini karena (termasuk) olahraga baru, maka tugas beratnya adalah mensosialisasikan (sekaligus) mengenalkan kepada masyarakat. Karena disaat kita menyebut cabor bela diri seperti karate atau silat itu orang-orang sudah pada tau, tetapi disaat kita sebut nama cabor ini belum tentu mereka tau,” terangnya.
Oleh sebab itu, dirinya berpesan kepada siapapun nantinya yang bakal menahkodai cabor ini agar program sosialisasi berupa pengenalan dasar dan kunjungan ke sekolah-sekolah dapat lebih digalakkan lagi. Terutama pengenalan ke sekolah-sekolah, karena menurutnya hal ini penting untuk menarik minat calon atlet-atlet muda untuk berkecimpung di olahraga bela diri tradisional asal Uzbekistan ini.
“Sehingga kedepan bisa dibentuk club-club, karena biasa yang melatih itu club. Jadi cabor itu hanya monitoring saja,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa club memiliki peran yang sangat krusial dalam perkembangan suatu cabor di daerah. Seperti pembinaan dan pemusatan latihan itu merupakan peran club sebagai wadah para bibit-bibit muda ini untuk mengasah mental dan ketangkasannya.
“Harapan kedepan juga, kan nanti club itu yang memilih untuk menentukan ketua (Ferkushi) nanti. Selain itu juga, dengan adanya club mungkin bisa diadakan main bersama (sparing) atau kejuaraan sehingga terseleksi hasil dari pembinaan-pembinaan di club itu sendiri sehingga mempermudah kami (KONI Kutim) untuk mengevaluasinya,” imbuh Rudi.
Untuk diketahui, kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan Pengurus Ferkushi Kalimantan Timur (Kaltim) Nasruddin, Wakil Ketua I KONI Kutim Jepi Darsono, Ketua Bidang Organisasi KONI Kutim Ilham, para atlet Kurash Kutim serta tamu undangan lainnya. (dd-Advetorial/KominfoKutim)(BN)







