
SANGATTA – Mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan, ekonomi, maupun masyarakat. Salah satunya seperti mengurangi pencemaran lingkungan, Dimana lewat Mendaur ulang sampah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga dapat membantu mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara.
Oleh sebab itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengajak masyarakat yang ada di Kutim untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis melalui pelatihan daur ulang sampah yang diadakan di D’lounge Room, Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Selasa (21/5/2024).
“Pelatihan ini kami buat untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai jual,” ujar Kepala Dispar Kutim, Nurullah.
Pada kesempatan itu, Kepala Dispar Kutim, Nurullah, mengungkapkan bahwa berdasarkan data statistik, produksi sampah global terus meningkat setiap tahunnya, dengan peningkatan jumlah sampah plastik mencapai 381 juta ton per tahun pada awal 2024.
Dan secara nasional, produksi sampah plastik rata-rata per tahun mencapai 64 juta ton. Melihat hal ini, Dispar Kutim merasa perlu untuk mengambil tindakan khusus dalam menangani peningkatan produksi sampah plastik, khususnya di Kutim.
“Daur ulang sampah plastik merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi masalah ini. Melalui daur ulang, kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik,” katanya.
Nurullah berharap bahwa pelatihan ini dapat membekali masyarakat Kutim dengan kemampuan untuk mengubah sampah plastik menjadi barang bernilai jual.
“Setelah pelatihan ini, kami harap masyarakat benar-benar memiliki kemampuan untuk mengembangkan kreativitas dalam pengelolaan bahan daur ulang plastik,” tambahnya.
Salah satu narasumber dalam pelatihan ini, Mega Pujiyanti, menginspirasi masyarakat Kutim dengan menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat. Misalnya, tutup botol dan plastik bekas dapat diolah menjadi tas yang cantik.
“Kami ingin menginspirasi ibu-ibu dan remaja di Kutim agar bisa menghasilkan uang dari daur ulang barang-barang bekas, sambil juga menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” ucap Mega.
Mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Manfaat ini dapat dirasakan secara langsung oleh semua pihak dan dapat berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.







