
SANGATTA – Kepala DPPKB Achmad Junaidi B menyaksikan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan Seto Award 2024 untuk kategori pelopor dan pelaksana Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (20/5/2024).
“Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan zona atau wilayah kabupaten layak anak. Penghargaan ini menjadi suatu tantangan. Jangan sampai nanti kita dikatakan suatu wilayah KLA, namun masih ada kekerasan yang terdeteksi,” ucap mantan Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim tersebut.
Untuk itu, ia selaku Kadis PPKB siap bersinergi dengan Dinas PPPA untuk menciptakan KLA. Ia menyakini Dinas PPPA tak mungkin bisa bekerja sendiri tetapi harus bergandengan tangan dengan perangkat daerah lainnya. Terutama yang terlibat dalam perlindungan anak, perlindungan dari kekerasan keluarga dan lainnya.
“Tidak bisa semata-mata kita berikan beban ke Dinas PPPA. semua harus terlibat. Kalau bisa bukan hanya instansi tapi ormas yang berhubungan langsung masalah perlindungan anak,” singkatnya.
Ia juga menyatakan bahwa tugas dan fungsi perlindungan anak tidak hanya berada pada satu instansi saja, melainkan semua pihak harus terlibat, termasuk organisasi kemasyarakatan (Ormas).
“Mau itu dari instansi, ormas itu harus turun tangan terkait kekerasan anak,” pungkas Junaidi kepada awak media saat sesi wawancara.
Mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan pencapaian yang patut dibanggakan bagi sebuah daerah. Namun, hal ini bukan akhir cerita, melainkan awal dari komitmen yang lebih kuat untuk terus meningkatkan perlindungan anak. Komitmen untuk terus meningkatkan perlindungan anak usai menerima predikat KLA sangatlah penting untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dan mereka dapat hidup dengan aman, nyaman, dan sejahtera.







