
SANGATTA – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Timur (Kutim) 2024 resmi digelar di Forty Five Coffee, Jalan Yos Sudarso IV, Gang Nusantara, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Senin (27/5/2024) siang.
Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim Rudi Hartono ini turut dihadiri Wakil Ketua V KONI Kutim Charolina Laoh, Wakil Sekretaris III KONI Kutim Agus WRB, Wakil Sekretaris IV KONI Kutim Supiansyah, Anggota Bidang Organisasi KONI Kutim Sandy Aditya Ananda, Anggota Bidang Organisasi KONI Kutim Andriansyah dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Ketum KONI Kutim Rudi Hartono menekankan pentingnya legalitas organisasi bagi seluruh cabang olahraga (cabor) yang ada di Kutim. Menurutnya, legalitas suatu organisasi memiliki peranan penting untuk kelancaran kegiatan olahraga tersebut di daerah.
“Makanya beberapa hari terakhir ini teman-teman (cabor) juga giat melaksanakan musyawarah (muskab) untuk legalisasi organisasi. Sehingga hal-hal apapun yang sudah diberikan oleh pihak pemerintah itu tidak menghalangi administrasi kita di penggunaan anggaran,” terangnya.
Salah satunya seperti pada kegiatan Muskab POBSI Kutim ini, dimana dirinya berharap hasil dari musyawarah ini dapat menghasilkan kepengurusan baru yang kompeten dan berdedikasi tinggi. Karena menurutnya, sebelum mencapai suatu prestasi, organisasi tersebut perlu dibenahi terlebih dahulu, sebab kepengurusan inti merupakan roda penggerak dalam organisasi tersebut.
“Mudah-mudahan dengan (terbentuknya) organisasi yang baik, kita akan bisa melangkah ke prestasi yang lebih baik lagi. Apalagi cabor biliar merupakan salah satu penyumbang medali emas di PORPROV Berau tahun 2022 lalu, dengan perolehan 4 medali emas dan 3 medali perak,” tandasnya.
Terakhir, dirinya berharap kepada kepengurusan yang baru agar dapat meningkatkan prestasinya jelang ajang Pra-PORPROV 2025 dan PORPROV 2026 di Kabupaten Paser. Termasuk penambahan klub-klub baru, sehingga lebih mudah dari segi penjaringan bibit atlet dan regenerasinya.
“Sehingga pada saat kita membutuhkan atlet itu tidak susah untuk mencarinya, apalagi yang kita ketahui sendiri cabor biliar merupakan cabor yang cukup populer (di Kutim). Oleh sebab itu, tinggal bagaimana kita lagi membimbing adek-adek tersebut yang hobi bermain biliar itu supaya bisa menjadi atlet professional,” tuturnya.







