Luncurkan Layanan Operasi Katarak Modern, RSUD Sangkulirang jadi Rujukan di Pesisir Kutim

SANGKULIRANG – RSUD Sangkulirang di pesisir Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sekitar 120 kilometer jaraknya dari Sangatta, ibukota kabupaten, kini telah mampu memberikan layanan operasi katarak modern tanpa jahitan (phacoemulsification). Ini mempertegas posisi RSUD Sangkulirang sebagai rumah sakit rujukan kawasan pesisir.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, layanan ini menandai babak baru pembangunan kesehatan yang tidak lagi terpusat di Sangatta. “RSUD Sangkulirang sudah menjadi rujukan utama di pesisir Kutim. Kami berkomitmen memperkuatnya secara bertahap, termasuk dengan program dokter keliling ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau,” kata Ardiansyah saat meresmikan layanan tersebut.

RSUD Sangkulirang kini diperkuat delapan dokter spesialis, terdiri atas dua ASN spesialis bedah dan mata, serta lima dokter spesialis berstatus kontrak yaitu penyakit dalam, anak, kandungan, anestesi, dan patologi klinik. Teknologi operasi phacoemulsifikasi yang dihadirkan memungkinkan tindakan tanpa jahitan dengan masa pemulihan hanya sepekan.

Direktur RSUD Sangkulirang, Azizah bin Smith, menyebut alat tersebut didanai APBD Kutim dan menjadi solusi atas ketergantungan pada bakti sosial yang tidak rutin. “Wilayah pesisir selama ini mengalami keterbatasan akses layanan spesialis, terutama mata. Padahal, angka kebutaan akibat katarak cukup tinggi di kawasan Sangsakakaukar (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Kaliorang, dan Karangan) dan sekitarnya,” jelas Azizah.

Selain layanan mata, RSUD Sangkulirang juga menambah fasilitas USG empat dimensi serta ruang Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk meningkatkan standar sterilisasi alat medis. Langkah ini sekaligus mempertegas visi Kutim membangun dari pinggiran, agar tak satu pun warga tertinggal dalam pelayanan dasar. (ADV/ProkopimKutim/BN)

Pos terkait

banner 468x60