MUARA WAHAU – Peluncuran Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) secara nasional akan diselenggarakan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemilihan Kutim terjadi karena keberhasilan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) dalam mengelola 93 Tempat Penitipan Anak (TPA) di kawasan perkebunan kelapa sawit secara inovatif.
Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menunjuk perusahaan tersebut sebagai mitra utama program nasional TAMASYA di Kutai Timur.
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menyebut, sistem TPA milik DSN telah berjalan bertahun-tahun dan menjadi contoh terbaik pengasuhan anak berbasis perusahaan. “Ketika orang tua bekerja, anak-anak dirawat oleh pengasuh yang ditugaskan perusahaan. Ini menjadi contoh nyata bahwa pengasuhan berbasis perusahaan bisa dijalankan dengan baik,” jelas Junaidi.
Program TAMASYA sendiri merupakan inisiatif lintas kementerian untuk memperkuat pengasuhan anak, memperbaiki gizi, dan menekan angka stunting. Kutim menjadi lokus nasional peluncurannya pada 26–27 Mei 2025, dihadiri lima menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Sebanyak lima kementerian akan terlibat. Selain Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, juga ada Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kementerian Dalam Negeri.
“Setiap kementerian punya tanggung jawab berbeda. Pendidikan terkait PAUD, Tenaga Kerja terkait lingkungan kerja di perusahaan, dan Sosial dalam aspek perlindungan anak. Ini bentuk sinergi lintas sektor yang konkret,” ujar Junaidi. (ADV/ProkopimKutim/BN)







