SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan prestasi membanggakan dalam pembangunan berbasis kesejahteraan keluarga. Melalui penguatan program Duta Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Pemkab Kutim berhasil mengintegrasikan lebih dari 50 program unggulan daerah yang mendukung pengasuhan anak, pendidikan, dan ketahanan keluarga.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan, integrasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.
Menurutnya, karena dukungan perusahaan tambang dan perkebunan, para ibu dapat bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka mendapat pengasuhan layak di fasilitas TAMASYA.
“Kami sangat berterima kasih kepada perusahaan tambang dan perkebunan. Meskipun orang tua atau ibu-ibunya tengah bekerja di lokasi, mereka bisa merasa tenang karena anak-anaknya dirawat di TAMASYA,” kata Ardiansyah.
Program ini bersinergi langsung dengan sejumlah program prioritas, seperti peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan layanan kesehatan dasar, dan penguatan ekonomi keluarga. Sinergi tersebut menciptakan ekosistem sosial yang lebih kuat, sekaligus mendorong produktivitas masyarakat pekerja.
Pemkab Kutim juga memperkuat dukungan anggaran dengan menaikkan bantuan desa menjadi Rp 250 juta per desa. Kebijakan ini memberi ruang bagi pemerintah desa untuk berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan anak.
Keberhasilan program ini bahkan menarik perhatian nasional. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memberikan apresiasi tinggi kepada Kutim yang dinilai mampu mengintegrasikan layanan pengasuhan anak dengan pembangunan daerah.
Langkah ini menegaskan bahwa Kutim tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia sebagai aset utama menuju daerah yang tangguh dan berdaya saing. (ADV/ProkopimKutim/BN)







