SANGKULIRANG – Pembangunan pasar baru di Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, bukan sekadar proyek infrastruktur. Pembangunan pasar baru ini merupakan motor perubahan ekonomi pesisir Kutai Timur (Kutim).
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Sangkulirang, belum lama ini. “Pembangunan pasar ini tidak hanya bicara soal lapak dan kios, tetapi tentang bagaimana Sangkulirang memulihkan identitas ekonominya dan ikut dalam arus kemajuan Kutai Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan pembangunan harus dimaknai sebagai proses memulihkan identitas wilayah dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. “Pasar ini simbol kebangkitan ekonomi pesisir. Dari sini, Sangkulirang akan menulis babak baru dalam peta ekonomi Kutai Timur,” ujar Mahyunadi.
Dalam kunjungan lapangannya, Mahyunadi meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan pusat perdagangan baru sekaligus terintegrasi dengan rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan antarkecamatan itu.
“Dulu masyarakat dari Kaubun dan Sandaran pun datang ke pasar ini menggunakan kapal untuk berbelanja,” kenang Mahyunadi, menyinggung masa kejayaan pasar lama Sangkulirang sebagai pusat perdagangan pesisir Kutim.
Pasar baru Sangkulirang dirancang dapat menampung ratusan pedagang dengan akses strategis menuju pelabuhan yang akan dibiayai melalui APBN. Kombinasi pasar dan pelabuhan diyakini menjadi ekosistem ekonomi baru berbasis kerakyatan.
Mahyunadi juga meminta masyarakat mendukung penuh pembangunan ini. Menurutnya, dampak pembangunan ini akan signifikan bagi kemajuan ekonomi Sangkulirang dan perkembangan wilayah ke depannya.
Ia juga menyatakan, komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur penunjang seperti jalan, air bersih, dan listrik agar ekonomi pesisir bisa tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/BN)







