SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melangkah maju dalam mewujudkan birokrasi modern berbasis data dan kompetensi dengan menggelar Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk lima ratus Pegawai Negeri Sipil (PNS) . Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, di Gedung Belajar BKPSDM Kutim sebagai bagian dari program Pemetaan Talenta ASN.
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata manajemen talenta ASN yang telah dijalankan sejak 2023. “Kegiatan ini merupakan implementasi dari manajemen talenta ASN yang sudah kami jalankan sejak 2023. Tujuannya memastikan kecocokan antara kualifikasi individu dengan jabatan yang diemban,” jelasnya.
Saat mengikuti CACT itu, setiap peserta menjalani lebih dari 400 soal selama 4,5 jam. Ada sebanyak 22 indikator penilaian yang diungkap dalam tes, seperti integritas, komunikasi, manajerial, dan kepemimpinan. Hasil tes akan menjadi basis data bagi kebijakan rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan berbasis meritokrasi.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk basis data kompetensi ASN yang komprehensif. Dengan begitu, kebijakan terkait rotasi, mutasi, promosi jabatan, hingga pelatihan dapat dirancang secara lebih terukur,” terang Misliansyah.
Pemetaan talenta ini sudah dilakukan tiga kali berturut-turut sejak 2023 dengan total 2.000 ASN terlibat. Hingga 2026, Pemkab menargetkan 3.000 ASN sudah terpetakan kompetensinya.
Bagi Kutim—yang kini berperan penting sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara—langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk membangun aparatur berintegritas, berbasis kinerja, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional. (ADV/ProkopimKutim/BN)







