SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus mendorong terjadinya transformasi dunia pendidikan lewat penguatan kapasitas guru. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan itu saat membuka kegiatan In House Training (IHT) di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan (SMAN Satset).
Guru perlu terus belajar, karena mereka adalah pelita yang menuntun anak-anak kita menembus tantangan zaman. Kami, dari pemerintah daerah, sangat mendukung inisiatif seperti ini yang memperkuat kompetensi guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ujar Mahyunadi.
Ia menilai, kegiatan IHT bertema “Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Membangun Komunitas Baru Pembelajar melalui Kolaborasi Teaching Research Group (TRG)” ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi langkah nyata menuju reformasi pendidikan di Kutim.
Mahyunadi menekankan, pemerintah daerah mendukung penuh setiap inisiatif yang memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan mutu pembelajaran. “Kutim tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah tambang, tapi juga sebagai tambang gagasan dan inovasi pendidikan,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi tentang growth mindset, pembelajaran mendalam, serta kolaborasi riset pembelajaran melalui TRG.
Kepala SMAN Satset, Rubito, menjelaskan, fokus utama pelatihan mencakup tiga hal. Pertama, membentuk growth mindset di kalangan guru dan siswa. Kedua, mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa. “Ketiga, memastikan hasil belajar berdampak nyata di masyarakat,” ungkapnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Pemkab Kutim karena sejalan dengan visi daerah untuk melahirkan SDM unggul, adaptif, dan kolaboratif. Dari Sangatta Selatan, semangat perubahan itu mulai menyala. (ADV/ProkopimKutim/BN)







