Sebanyak 61 Guru Al-Quran di Kutim Ikuti Pelatihan Metode Ummi

SANGATTA – Sebanyak 61 guru Al-Qur’an dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam Kutai Timur (Kutim) mengikuti pelatihan Metode Ummi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas pengajaran Al-Qur’an di sekolah Islam terpadu sekaligus menanamkan nilai tartil dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pelatihan yang digelar oleh Darusalam Quran Center (DQC) ini mengusung tema Membina Generasi Qurani dengan Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan. Empat narasumber dihadirkan, antara lain Ustaz Ahmad Syahrani (UMMI Kutim), serta dua pengajar dari Bontang, Ustazah Quni Mualimin dan Ustazah Karsih.

Koordinator DQC, Ustaz Gatot Suwoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. “Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah,” ujarnya dalam laporan kegiatan.

Bupati Ardiansyah yang menutup pelatihan menegaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen memperkuat pendidikan Qurani. “Kegiatan ini penting bukan hanya untuk memperbaiki bacaan, tetapi juga untuk membentuk karakter,” ujarnya.

Ia menyebut \program pelatihan seperti ini harus terus dilanjutkan. Tidak hanya sebagai ajang peningkatan kompetensi. Tetapi juga sebagai upaya memperkuat identitas keagamaan dan kearifan lokal masyarakat Kutim. “Saya berharap para guru dapat mengembangkan diri, memperdalam metodologi, dan menjadikan proses belajar sebagai pengabdian yang berkelanjutan,” kata Ardiansyah.

Metode Ummi dikenal menekankan pembelajaran tartil—membaca Al-Qur’an dengan benar, perlahan, dan menyenangkan—serta membangun sikap spiritual pengajar.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga pendidikan Islam, Kutim menargetkan lahirnya generasi Qurani yang kuat secara moral dan berkarakter di masa depan. (kopi8/kopi4/kopi3)

(ADV/ProkopimKutim/BN)

Pos terkait

banner 468x60