SANGATTA – Sebanyak 13 desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan akan teraliri listrik PLN tahun ini. Anggaran daerah yang dipangkas karena efisiensi oleh pemerintah pusat, tak menghalangi rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim ini.
Komitmen ini ditegaskan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman sebagai bukti bahwa agenda pembangunan infrastruktur dasar tidak terhenti. Dalam pidatonya di Paripurna DPRD beberapa waktu lalu, Ardiansyah menekankan bahwa 50 program prioritas daerah tetap berjalan. Pemkab, katanya, mengalihkan strategi dengan menekan belanja tidak efisien serta memperluas sumber pembiayaan dari APBN dan program CSR perusahaan.
“Walaupun kami menghadapi pemangkasan APBD akibat dipotongnya Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat, 50 program prioritas kami tegaskan tetap berjalan,” ujar Ardiansyah.
Koordinasi bersama UP3K Bontang dan UP2K Kaltim dilakukan untuk memastikan elektrifikasi di 13 desa berjalan tepat waktu. Tingkat elektrifikasi Kutim kini mencapai 82 persen dan terus dikejar melalui integrasi jaringan Sistem Mahakam.
Selain listrik, Bupati menegaskan pentingnya pemenuhan air bersih sebagai kebutuhan dasar. Ia meminta Perumdam memperluas layanan air bersih hingga seluruh desa, termasuk memanfaatkan sumber air baku dari embung, kolam eks tambang, dan program PAMDES–PAMSIMAS.
Menurut Ardiansyah, pemerataan infrastruktur listrik dan air bersih menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup dan ekonomi desa. Electrification diharapkan mampu mendorong aktivitas UMKM hingga membuka peluang ekonomi baru di wilayah pedalaman.
Upaya ini sejalan dengan visi Kutim untuk menjadi daerah tangguh dan mandiri, meski dihadapkan situasi fiskal yang menuntut tata kelola anggaran lebih efisien dan inovatif. (ADV/ProkopimKutim/BN)







