SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) bersama BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan, kedua pihak membahas langkah strategis penguatan layanan di puskesmas dan rumah sakit.
Pertemuan berlangsung di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yuriansyah. Turut hadir Ketua Komisi D DPRD Kutim Julfansyah, Wakil Direktur RSUD Kudungga Yuwana, perwakilan dinas teknis, puskesmas, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Kegiatan ini juga diwarnai penyerahan penghargaan BPJS Kesehatan kepada RSUD Kudungga yang meraih predikat bintang tiga atas keberhasilannya menerapkan sistem antrean online peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Utama Samarinda, Desy Liana Siregar, menjelaskan apa yang dilakukan RSUD Kudungga merupakan inovasi yang hebat, untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan peserta JKN.
“Sistem antrean online yang diterapkan RSUD Kudungga terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan, mengurangi waktu tunggu pasien, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi peserta JKN,” jelas Desy.
Sementara itu, Yuriansyah menyampaikan Pemkab Kutim terus melakukan transformasi layanan digital. Ia berharap ini bisa diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas layanan di tingkat puskesmas dan rumah sakit. “Ini menjadi prioritas kami dalam perencanaan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Pemkab Kutim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur dan kapasitas SDM kesehatan, seiring capaian Universal Health Coverage (UHC) dengan kepesertaan JKN mencapai 104,61 persen dari jumlah penduduk. (ADV/ProkopimKutim/BN)






