
BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai ruang baru yang sangat potensial bagi generasi muda untuk berkarya dan membangun usaha berbasis kreativitas. Pertumbuhan pelaku kreatif yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan besarnya minat anak muda pada bisnis berbasis ide dan inovasi tersebut.
Kepala Bidang Ekraf Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan, Ekraf kini menjadi pilar ekonomi baru yang sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. “Ekraf merupakan pilar ekonomi penting karena mengandalkan kreativitas dan pengetahuan SDM sebagai faktor utama produksi,” ujarnya.
Rifanie menyebut, subsektor kuliner, kriya, pariwisata, dan desain menjadi yang paling berkembang saat ini. Di antara semuanya, subsektor kuliner menjadi paling dominan karena kebutuhan pasar harian yang terus meningkat.
Melihat tren tersebut, pemerintah kini fokus membangun program-program pengembangan SDM kreatif. Validasi data pelaku Ekraf sedang diselesaikan untuk memastikan pelatihan diberikan tepat sasaran. “Karena bidang ini baru terbentuk, tim kami melakukan pendataan langsung di lapangan untuk mendapatkan data yang valid,” jelasnya.
Program yang akan disiapkan meliputi pelatihan peningkatan kompetensi, pendampingan usaha, fasilitasi permodalan, hingga perluasan pasar digital. Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan wadah inkubasi bisnis yang akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan komunitas kreatif.
Langkah ini diyakini mampu menciptakan lebih banyak wirausaha muda kreatif di Kutim. Pemerintah menargetkan Ekraf mampu menjadi salah satu sektor dengan daya serap tenaga kerja terbesar di masa mendatang.
Dengan dukungan kelembagaan, data yang valid, serta program pembinaan yang tepat sasaran, Kutim kini memasuki fase baru dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pemerintah berharap sektor ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. (adv/diskominfokutim/yap)







