Pelajar Kutim Gelorakan Gerakan Lawan Sampah Plastik di Sekolah

SANGATTA – Gerakan peduli lingkungan di Kutai Timur (Kutim) terus tumbuh di kalangan pelajar. Meski peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia telah berlalu, semangat anak-anak untuk melawan sampah plastik tetap bergelora melalui kegiatan sekolah yang berkelanjutan.

Sejumlah sekolah di Kutim melanjutkan kampanye “Hentikan Sampah Plastik” dengan berbagai kegiatan seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, serta membuat karya edukatif berupa poster dan vlog bertema pengurangan plastik sekali pakai.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Dewi Dohi, mengatakan, gerakan yang awalnya berupa lomba kini sudah berkembang menjadi kebiasaan di sekolah-sekolah. “Kami melihat banyak sekolah yang menjadikan kegiatan ini sebagai budaya, bukan sekadar lomba sesaat. Anak-anak kini sudah terbiasa menerapkannya dalam keseharian,” ujarnya.

Menurut Dewi, dukungan orang tua dan guru menjadi faktor penting keberhasilan gerakan ini. Beberapa sekolah bahkan telah memiliki bank sampah sederhana untuk melatih siswa memilah sampah organik dan anorganik.

Gerakan ini sejalan dengan kampanye global Beat Plastic Pollution yang menekankan pentingnya pengurangan plastik. DLH Kutim menargetkan program Sekolah Bebas Plastik mulai diterapkan bertahap tahun depan.

“Harapan kami, budaya ramah lingkungan ini tidak berhenti di ruang kelas. Harus menular ke rumah, ke pasar, ke kantor, bahkan ke ruang publik,” tegas Dewi.

Momentum ini menandai bahwa perjuangan melawan sampah plastik di Kutim bukan lagi wacana tahunan, melainkan gerakan nyata yang tumbuh dari anak-anak untuk masa depan bumi yang lebih lestari. (ADV/ProkopimKutim/BN)

Pos terkait

banner 468x60