
BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA – Transformasi pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki fase baru yang lebih modern dan menyeluruh. Setelah menata infrastruktur dan kebijakan berbasis budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim kini memperluas fokus dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam manajemen pendidikan, sambil tetap menjaga keseimbangan antara akurasi data dan penguatan identitas budaya lokal.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan, masa depan pendidikan Kutim tidak hanya ditopang oleh bangunan fisik yang layak dan guru yang memadai, tetapi juga kemampuan sekolah mengelola data dan informasi secara digital. “Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan data yang akurat dan kebudayaan yang hidup,” ujarnya.
Dalam konteks tata kelola digital, Disdikbud Kutim telah memperkuat penggunaan sistem pendataan seperti Dapodik dan platform monitoring internal yang memungkinkan sekolah memperbarui kondisi riil mereka secara berkala. Upaya verifikasi dan validasi data secara mandiri yang dilakukan Kutim juga didukung oleh digitalisasi, membuat proses pendataan lebih cepat dan lebih akurat.
“Kita tidak boleh membuat kebijakan dari data yang menipu. Data harus benar, karena dari situlah arah pendidikan ditentukan,” kata Mulyono.
Selain fokus pada data dan teknologi, Kutim tetap menempatkan kebudayaan sebagai roh dari pendidikan daerah. Festival seni, literasi, hingga pameran budaya di sekolah menjadi agenda rutin yang menghubungkan siswa dengan identitas daerahnya. Pemkab Kutim percaya, teknologi dan budaya tidak boleh dipertentangkan, melainkan berjalan beriringan.
“Anak-anak kita hidup di era digital, tapi mereka tetap harus tahu siapa dirinya. Di situlah pendidikan budaya berperan,” jelas Mulyono.
Kutim juga memperkuat kapasitas guru melalui pelatihan digital literacy, pembuatan media ajar kreatif, serta pelatihan berbasis budaya lokal. Semua ini dilakukan agar guru mampu menjembatani kebutuhan akademik dan karakter murid secara lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan integrasi teknologi, akurasi data, dan revitalisasi budaya, Kutim menunjukkan arah pembangunan pendidikan yang lebih matang dan berkelanjutan. Bukan hanya mencetak murid pintar, tetapi membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, melek teknologi, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya daerah. (adv/diskominfokutim/yap)







