BORNEONUSANTARA.ID, SANGATTA – Dalam upaya mengoptimalkan pembinaan atlet panjat tebing menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser, Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengkab FPTI) Kutai Timur menyelenggarakan program latihan bersama (sparing) intensif disertai studi tur ke pusat-pusat unggulan di Pulau Jawa. Inisiatif ini menyasar peningkatan teknik, mental, dan adaptasi medan, melibatkan atlet potensial yang telah melalui seleksi ketat.
Program tersebut dipimpin Ketua Harian FPTI Kutai Timur, Ismail, bersama tim pelatih serta official pengawas. Partisipan utama adalah atlet terbaik Kutai Timur, diproyeksikan membentuk skuad lengkap untuk Porprov yang dijadwalkan November 2026.
Kegiatan dimulai 17 Desember di markas Pengprov FPTI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sparing intens melawan atlet lokal bertujuan mengukur level kemampuan tim Kutai Timur, sekaligus mengakumulasi jam tanding melawan kompetitor berstandar nasional yang sering tampil di Kejuaraan Nasional.
Setelah itu di tanggal 18 Desember, tim ke tebing alam Nganggerang, situs ikonik dengan kontur batu kapur curam dan grip alami yang menantang. Latihan difokuskan pada penguatan grip strength, footwork adaptif, serta strategi rute dinamis, elemen krusial yang jarang ditemui di Kutai Timur. Sore harinya, sesi lanjut di FPTI Sleman, peraih gelar juara umum Porprov DIY 2025, memungkinkan observasi langsung pola pembinaan atlet peringkat teratas, termasuk rotasi latihan dan analisis video performa.

Pada 19 Desember, basis operasi bergeser ke Unggul Sport Center yang dilengkapi fasilitas modern. Selain drill teknik lead dan boulder, atlet Kutai Timur mengikuti workshop pengelolaan emosi serta pengendalian ego selama observasi jalur, fase penentu kemenangan di kompetisi. Sesi ini dipandu Abudzar Yulianto, atlet legendaris pencetak medali emas World Record Tim Putra Asian Games 2018, sekaligus Route Setter Pusat FPTI dengan lisensi C1. Abudzar berbagi teknik visualisasi mental dan breathing exercise untuk mengatasi tekanan kompetitif.
Puncak program pada 22–23 Desember terjadi di markas FPTI Jawa Timur, powerhouse panjat tebing nasional yang mendominasi Kejurnas, PON, serta menyabet emas SEA Games lead putri terkini. Studi tur mencakup analisis data statistik prestasi, simulasi pertandingan full format, dan diskusi taktik rute setter Jatim. Pemilihan lokasi ini strategis karena rekam jejak Jatim sebagai inkubator atlet dunia, termasuk kontribusi pada medali Olimpiade masa depan.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, menggarisbawahi program ini sebagai batu loncatan Training Centre (TC) Porprov yang rampung awal 2026.
“Langkah ini membangun fondasi solid untuk skuad Porprov. Hasil sparing dan studi tiru diharapkan transformasikan performa atlet, minimal amankan posisi juara umum di Porprov Kaltim,” tegasnya.
Ismail melengkapi dengan rincian skuad pelatih utama Fitriyadi dan Jamal Al Hadad, keduanya lisensi Nasional Level 2 dengan pengalaman internasional. Komposisi atlet mencakup 8 putra dan 7 putri, memastikan penampilan full team di semua nomor.
“coach berpengalaman dan kurikulum terukur, kontingen panjat tebing Kutai Timur berpotensi dominasi dan ulang sukses edisi sebelumnya,” ujarnya penuh keyakinan.
Program ini tidak hanya tingkatkan skill fisik dan mentalis atlet, tapi juga transfer pengetahuan bagi pelatih lokal, menjadikan Kutai Timur sebagai emerging force panjat tebing Kaltim.







