DTPHP Hadapi Tantangan Koordinasi Peternak Dengan Perusahaan Sawit

Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutai Timur, Cut Meutia

BORNEONUSANTARA, SANGATTA – Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutai Timur, mengungkapkan adanya miskomunikasi antara peternak sapi dan perusahaan perkebunan sawit yang berujung pada kerugian signifikan bagi peternak lokal.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Peridan, di mana sekitar 30 ekor sapi mati akibat keracunan setelah memakan rumput di sekitar lahan sawit yang baru dipupuk. Insiden Keracunan Sapi bermula ketika perusahaan sawit menginformasikan rencana pemupukan, namun ternak peternak tetap dilepas bebas dan mengonsumsi rumput terkontaminasi di pinggir lahan.

Kelompok peternak sempat emosi karena lahan tersebut milik perusahaan, tapi pihak dinas tidak bisa sepenuhnya menyalahkan perusahaan sebab tanggung jawab pemeliharaan ternak ada pada peternak itu sendiri.

“Sempat ada 30 ekor mati sapi secara bersamaan. Kita kemarin sempat sih berbincang, kelompok-kelompok ternaknya itu sempat kayak mau emosi tapi ya enggak bisa karena itu kan lahannya lahan perusahaan,” ujar Cut Meutia

Dinas Peternakan mendorong peternak beralih ke sistem kandang intensif untuk memudahkan pemantauan kesehatan, vaksinasi, dan pengambilan sampel darah rutin dari karantina atau provinsi.

Pendekatan ini dinilai lebih aman dibanding melepaskan ternak secara ekstensif, yang sering membuat peternak membiarkan mencari pakan karena ternak bisa merumput sendiri. Cut Meutia menekankan bahwa pola intensif memungkinkan intervensi cepat saat ternak sakit, berbeda dengan sistem lepas yang sulit dikontrol.

Banyak peternak masih mengandalkan rumput liar, padahal pelatihan dinas menawarkan alternatif seperti hijauan selingan untuk sapi perah yang bisa mencapai berat 1 ton per ekor. Cut Meutia mengharapkan peternak tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah, sering kali karena minimnya kesadaran untuk menjaga kandang tetap bersih, rawan timbul berbagai penyakit.

Di tengah luasnya lahan sawit Kutim, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar insiden serupa tidak terulang, sambil terus mendorong inovasi pakan berkelanjutan.

Pos terkait

banner 468x60